MALANG, Zona Malang – Penyusunan portofolio mata kuliah bagi perguruan tinggi menjadi suatu keharusan yang tak bisa ditawar lagi. Hal ini disampaikan oleh Rektor Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Awan Uji Krismanto ST., MT., PhD, pada Training of Trainer (TOT) Portofolio Mata Kuliah di Ruang Amphi Mesin Kampus 2 ITN Malang beberapa waktu lalu.
TOT tersebut dihelat oleh Lembaga Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (LP2AI) ITN Malang, dan diikuti oleh program studi serta perwakilan dosen di lingkungan ITN Malang. Pada kesempatan itu, pihak kampus menghadirkan narasumber Dr. Yuni Eka Fajarwati, ST., MPd.
Dalam sambutannya, Rektor ITN Malang menyampaikan bahwa penyusunan portofolio merupakan tuntutan dari asesor ketika menghadapi akreditasi, serta tuntutan masyarakat untuk memperoleh pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas. Menurutnya, masih banyak dosen yang belum sepenuhnya paham dalam merancang pembelajaran dari awal hingga ujian akhir semester (UAS), termasuk dalam memberikan penilaian yang adil kepada mahasiswa.
“Hal ini menjadi tugas bersama untuk memperbaiki, sehingga mahasiswa sebagai klien merasa puas dengan pembelajaran yang diberikan,” tegas Rektor.
Melihat pentingnya portofolio dosen, Rektor menegaskan bahwa ke depannya pimpinan akan melengkapi dengan kebijakan atau aturan yang mewajibkan dosen untuk menyusun portofolio. Penyusunan kurikulum menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan daya saing ITN Malang melalui pembelajaran yang berkualitas.
“Tanpa portofolio maka tidak ada kelas dan pembelajaran! Jadi, jangan kaget kalau Bapak Ibu mendapatkan surat peringatan ketika setelah dicek portofolio belum terkumpul. Dan, akan digantikan oleh dosen lain (jam mengajar). Ini penting agar mahasiswa mendapat pembelajaran yang berkualitas,” tegasnya.
Ketua Lembaga Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (LP2AI) ITN Malang, Dr. Elvianto Dwi Daryono, ST., MT sekaligus ketua pelaksana, menambahkan bahwa dalam pelatihan dan penyusunan portofolio, peserta diajarkan cara pembuatan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pembuatan tugas dan rubrik penilaian, penjelasan template portofolio, hingga penyusunan portofolio.
“Dengan portofolio, salah satunya bisa untuk mengukur capaian pembelajaran lulusan (CPL) prodi untuk mata kuliah. Sehingga dalam penilaian tidak bisa asal. Semua sudah diukur dengan baik untuk nilai yang dimasukkan,” imbuhnya.
Untuk itu, pimpinan mewajibkan dosen menyusun portofolio untuk melihat ketercapaian CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah), dan subyek CPMK-nya. “Dengan begitu diharapkan semakin lebih baik proses pembelajaran di ITN Malang, baik dari segi materi yang diberikan, maupun penilaian terhadap mahasiswa,” pungkasnya.
Rektor ITN Malang menegaskan bahwa penyusunan portofolio merupakan tuntutan dari asesor dalam proses akreditasi, serta tuntutan masyarakat untuk memperoleh pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas. Melihat pentingnya hal tersebut, pimpinan kampus akan melengkapi dengan kebijakan atau aturan yang mewajibkan dosen untuk menyusun portofolio sebagai komitmen bersama dalam meningkatkan daya saing ITN Malang melalui pembelajaran yang berkualitas.
Dalam pelatihan dan penyusunan portofolio, peserta diajarkan cara pembuatan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pembuatan tugas dan rubrik penilaian, penjelasan template portofolio, hingga penyusunan portofolio. Hal ini bertujuan untuk mengukur capaian pembelajaran lulusan (CPL) prodi untuk mata kuliah, sehingga penilaian yang diberikan kepada mahasiswa menjadi lebih terukur dan adil.







