MALANG, Zona Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas jangkauan kerja sama internasionalnya, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Salah satu bentuk kerjasama terbaru adalah dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia, Glen Askew, yang berkunjung ke UMM pada pertengahan Maret lalu.
Melalui Aussie Banget Corner (ABC), pihak UMM dan Konjen Australia menyiapkan roadmap kegiatan besar berupa camping bersama rekan-rekan ABC di seluruh Jawa Timur dan Jawa Tengah. Glen Askew mengaku sangat menyukai budaya masyarakat Indonesia, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang memiliki rasa hormat, simpati, dan empati yang tinggi terhadap sesama.
“Senang sekali rasanya ABC ada di UMM. Semoga agenda camping ini segera terealisasikan, terlebih bisa berkolaborasi dengan UMM. Saya juga berharap kerja sama yang sudah lama terjalin ini bisa semakin menarik minat pelajar Australia untuk belajar dan berkuliah di Indonesia,” ujar Glen Askew.
Glen Askew juga terkesan dengan fakta bahwa UMM memiliki lebih dari 400 mahasiswa asing dari berbagai negara. Berbagai pencapaian mahasiswa UMM di tingkat internasional juga membuatnya semakin mengagumi kampus ini.
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerjasama UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD., menyambut positif kunjungan Konjen Australia ini. Langkah ini dianggap memperkuat persahabatan antara Australia dan UMM yang sudah terjalin positif sejak lama, salah satunya dengan terpilihnya UMM sebagai pusat ABC yang masih eksis hingga saat ini.
“Ini sejalan dengan salah satu rencana rektor sebagaimana yang ingin menjadikan UMM as a global village. Dengan adanya corner-corner di UMM, maka culture akan lebih kuat tersebar,” ujar Salis Yuniardi.
Pertemuan ini juga menjadi forum untuk mempererat hubungan dan menambah program-program kerja sama. Ke depannya, diharapkan akan ada lebih banyak mahasiswa Australia yang datang ke UMM melalui program Student exchange maupun internship. Sebaliknya, ini juga membuka peluang bagi mahasiswa UMM untuk belajar ke Australia melalui berbagai program, termasuk membangun double degree.
“Selama ini sirkulasi keluar mahasiswa Indonesia dan masuk mahasiswa asing di UMM terpantau seimbang dan konsisten,” pungkas Salis Yuniardi.
Selain itu, roadmap camping yang disusun bertujuan untuk mempererat hubungan antar rekanan ABC. Diharapkan juga nantinya menjadi forum untuk melaksanakan kegiatan menyenangkan bersama dan berbagi pengalaman antar rekan dan volunteer ABC.
Glen Askew mengapresiasi kontribusi besar ABC UMM sebagai terminal informasi seputar akademik, scholarship, sosial, dan budaya negara Australia. Ia berharap kerja sama ini dapat semakin memperkuat hubungan antara Australia dan Indonesia, khususnya di bidang pendidikan.
Kunjungan Konjen Australia ke UMM ini merupakan salah satu upaya UMM dalam mewujudkan visinya sebagai “global village” yang terus memperluas jaringan kerja sama internasional. Diharapkan, kerja sama ini dapat membawa manfaat bagi pengembangan akademik dan non-akademik bagi seluruh civitas akademika UMM.







