Momen Spesial Berbuka Puasa di Universitas Waskita Dharma: Merajut Silaturahmi, Meraih Berkah Lailatul Qadar

MALANG, Zona Malang – Keluarga besar Universitas Waskita Dharma Malang memanjatkan rasa syukur atas berkah Ramadan yang dirayakan dengan Buka Puasa Bersama pada Rabu (26/3) lalu. Acara yang dihadiri oleh Pembina dan Pengurus Yayasan Waskita Dharma, Rektor, serta seluruh dosen dan tenaga kependidikan ini menjadi momen penting untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan.

Pembina Yayasan Waskita Dharma, Dr. H. Sigit Wahyudi, MM., M.A.P, menjelaskan bahwa Buka Puasa Bersama sudah menjadi tradisi dan kegiatan rutin setiap Bulan Ramadan di Waskita Dharma. Acara ini biasanya digelar menjelang libur lebaran. “Kegiatan ini untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar Universitas Waskita Dharma, terutama di Bulan Suci Ramadan,” ujarnya.

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini diawali dengan khataman quran, salawat nabi, dan tausiah agama di hall lantai 3 Kampus Jalan Indragiri V Kota Malang. Universitas Waskita Dharma mengundang KH. Zainal Arifin, M.Ag untuk menyampaikan mauidah hasanah dengan tema “Inspirasi dan Nasehat Salafussholih”.

Dalam tausiyahnya, KH. Zainal Arifin menyampaikan bahwa majelis ilmu memberikan hikmah besar dalam kehidupan seseorang. Dengan ilmu, keberkahan hidup dapat dicapai. Karena ilmu menuntun seseorang untuk selalu berada di jalan yang benar. “Dengan ilmu minimal kita kaya hati. Tidak ambisi pada dunia dan selalu mendekatkan diri kita pada Allah,” katanya.

Selanjutnya, Kiai Zainal juga menerangkan bahwa salafussalih mengajarkan umat muslim untuk tekun menuntut ilmu. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang gigih mencari ilmu sampai ke luar dari negerinya, jauh dari keluarga dan sanak saudara. “Masukkan dan tempatkan ilmu itu di dalam hati kita. Maka akan membias dan memunculkan kasih sayang pada sesama. Ilmu akan menyebar rahmat untuk lingkungan sekitar kita. Bukan kebencian dan kedengkian,” terangnya.

Kiai Zainal juga menerangkan hikmah puasa dan mengimbau agar civitas akademika Universitas Waskita Dharma dapat memanfaatkan sisa waktu Ramadan yang tinggal beberapa hari ini dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah. Selain itu, berusaha maksimal untuk menahan diri dari hal-hal yang merusak amal puasa, seperti ghibah (membicarakan kejelekan orang lain) dan namimah (adu domba).

“Jadilah orang yang sabar dan penuh kasih sayang, karena itu gambaran bahwa Ramadan kita diridhai oleh Allah,” terangnya. Kiai Zainal juga sedikit menjelaskan tentang Lailatul Qadar, yang menurutnya merupakan anugerah istimewa dari Allah yang hanya dirasakan oleh batin seorang yang beriman, bukan rekayasa cerita yang digembar-gemborkan.

“Lailatul Qadar adalah pengalaman ruhani yang luar biasa. InsyaAllah akan diperoleh seseorang yang sejak awal Ramadan begitu gigih dan istiqamah untuk mendapatkannya. Dengan ibadah yang tentu juga luar biasa,” tuturnya.

Kiai Zainal berharap civitas akademika Universitas Waskita Dharma menjadi orang-orang yang bertakwa, sesuai dengan tujuan utama ibadah puasa. Dengan demikian, diharapkan kampus ini semakin maju dan berkah.

Dalam kesempatan ini, Pembina Yayasan Waskita Dharma, Dr. H. Sigit Wahyudi, MM., M.A.P juga menyampaikan sambutan. Ia menegaskan bahwa Buka Puasa Bersama ini menjadi momen penting untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar Universitas Waskita Dharma, terutama di Bulan Suci Ramadan.