Terobosan Teknologi: UB Hadirkan Kampus Masa Depan Berbasis AI

MALANG, Zona Malang – Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) di berbagai aspek kampus. Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Sc., Ph.D.Med.Sc., saat menjadi anggota dalam Seminar Discussion pada kegiatan International Symposium of 12 Countries, 12 Universities yang digelar di Nanjing University of Posts and Telecommunications (NJUPT), Tiongkok, pekan lalu.

Dalam paparannya, Prof. Widodo menegaskan bahwa UB telah mengintegrasikan AI secara sistematis di berbagai aspek kampus. Pertama, UB telah mengembangkan kurikulum berbasis AI, di mana seluruh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dibekali dengan pemahaman dan kemampuan menggunakan teknologi AI untuk mendukung pembelajaran, riset, dan inovasi.

Kedua, UB memanfaatkan AI dalam Sistem Akademik untuk menganalisis capaian pembelajaran, mengidentifikasi potensi individu mahasiswa, serta memantau kondisi akademik di setiap program studi. Ketiga, UB mengembangkan Lingkungan Riset Berbasis AI yang menjadi alat penting dalam mendorong riset multidisiplin, mempercepat inovasi, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. “Dan kami memiliki AI Centre dan Super Computer dalam mengembangkan AI,” imbuh Prof. Widodo.

Keempat, UB mengajak anggota konsorsium untuk mengembangkan kerja sama berbasis AI, baik melalui pertukaran staf pengajar, kolaborasi riset, hingga pengembangan ekosistem pembelajaran digital antarnegara. Prof. Widodo menekankan pentingnya menjadikan AI sebagai penghubung, bukan penghalang, dalam membangun ekosistem kolaborasi internasional yang adil, inklusif, dan berorientasi masa depan.

“AI bukan hanya alat teknologi, tetapi katalisator kolaborasi dan masa depan pendidikan tinggi,” ujar Prof. Widodo. Sesi ini juga dihadiri oleh pimpinan dan perwakilan dari universitas anggota Konsorsium 12 universities dari berbagai negara, termasuk Tiongkok, Thailand, Filipina, Belarus, Kazakhstan, India, Rusia, Malaysia, Nepal, Uzbekistan, dan Prancis.

Kepala UPT Reputasi UB, Hendrix Yulis Setyawan, S.TP., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa UB memandang forum ini sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan langkah konkret dalam penerapan AI secara terpadu. Bukan hanya sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari infrastruktur penguatan reputasi akademik.

“Komitmen UB dalam integrasi AI mencerminkan kesiapan institusi dalam merespons tantangan transformasi digital global sekaligus memperluas internasional reserach network,” kata Hendrix. Melalui kontribusi pemikiran dan praktik terbaik dalam penerapan AI, UB semakin meneguhkan perannya dalam membentuk arsitektur baru pendidikan tinggi berbasis teknologi dan kolaborasi global.

Selain itu, Hendrix juga menekankan bahwa forum ini menjadi momentum strategis bagi UB untuk memperkenalkan langkah konkret dalam penerapan AI secara terpadu. Hal ini tidak hanya sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari infrastruktur penguatan reputasi akademik.

“Komitmen UB dalam integrasi AI mencerminkan kesiapan institusi dalam merespons tantangan transformasi digital global sekaligus memperluas internasional reserach network,” tambah Hendrix. Dengan kontribusi pemikiran dan praktik terbaik dalam penerapan AI, UB semakin meneguhkan perannya dalam membentuk arsitektur baru pendidikan tinggi berbasis teknologi dan kolaborasi global.

Selanjutnya, Hendrix juga menyampaikan bahwa forum ini merupakan kesempatan bagi UB untuk memperkenalkan langkah-langkah konkret dalam penerapan AI secara terpadu. Bukan hanya sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari infrastruktur penguatan reputasi akademik.

“Komitmen UB dalam integrasi AI mencerminkan kesiapan institusi dalam merespons tantangan transformasi digital global sekaligus memperluas internasional reserach network,” pungkas Hendrix. Dengan kontribusi pemikiran dan praktik terbaik dalam penerapan AI, UB semakin meneguhkan perannya dalam membentuk arsitektur baru pendidikan tinggi berbasis teknologi dan kolaborasi global.