MALANG, Zona Malang – Tsania Nur Diyana, seorang lulusan terbaik program Doktor (S3) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM), telah mencatatkan prestasi membanggakan pada wisuda periode 132. Capaian ini merupakan bukti semangat belajar yang tinggi, dukungan keluarga, serta kontribusinya dalam pengembangan instrumen psikologi belajar fisika.
Tsania mengungkapkan bahwa motivasi utamanya adalah prinsip “tholabul ilmi” atau menuntut ilmu seumur hidup. “Belajar itu kewajiban, dan S3 ini hanya salah satu tahap dalam proses akademik formal. Setelah ini, saya akan terus belajar,” ujarnya saat diwawancarai pada Sabtu (14/4) lalu.
Sebagai seorang guru dan dosen, Tsania memandang pendidikan sebagai bagian penting dalam hidupnya. Dukungan keluarga, terutama dari kedua orang tuanya, juga menjadi kunci keberhasilannya. “Keluarga saya sangat menjunjung pendidikan. Bagi mereka, pendidikan adalah investasi utama dalam kehidupan,” jelasnya.
Dalam disertasinya, Tsania memfokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran keyakinan dan sikap siswa terhadap fisika. Ia berusaha memahami cara siswa mempelajari dan memaknai fisika. “Karya saya terkait psikologi belajar fisika, yaitu bagaimana siswa bisa belajar sesuai pemahaman mereka. Hal ini akan membantu guru untuk mengarahkan,” paparnya.
Menurut Tsania, banyak siswa memiliki stigma negatif terhadap fisika. Namun, ia percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, fisika bisa menjadi mata pelajaran yang menyenangkan dan relevan. “Fisika akan lebih menarik jika diajarkan melalui konteks kehidupan sehari-hari. Jika siswa bisa mengaitkan konsep dengan pemecahan masalah nyata, minat mereka akan meningkat,” tambahnya.
Meskipun mengubah persepsi siswa tidak mudah, Tsania meyakini bahwa perubahan dapat dicapai dengan strategi pengajaran yang efektif. “Intervensi yang tepat bisa mengubah anggapan bahwa fisika itu sulit dan menakutkan,” katanya.
Dalam disertasinya, Tsania juga membahas tentang pengembangan instrumen pengukuran keyakinan dan sikap siswa terhadap fisika. Ia berusaha memahami cara siswa mempelajari dan memaknai fisika. “Karya saya terkait psikologi belajar fisika, yaitu bagaimana siswa bisa belajar sesuai pemahaman mereka. Hal ini akan membantu guru untuk mengarahkan,” paparnya.
Tsania menyampaikan pesan kepada mahasiswa UM agar tetap konsisten dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. “Selesaikan studi dengan baik. Selain akademik, keseimbangan dengan pengembangan diri juga penting. Dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar IPK, yakni soft skills, karya, dan prestasi,” tegasnya.
Keberhasilan Tsania Nur Diyana sebagai lulusan terbaik program Doktor (S3) di FMIPA UM merupakan bukti nyata bahwa dengan semangat belajar yang tinggi, dukungan keluarga, dan kontribusi dalam pengembangan instrumen psikologi belajar fisika, seseorang dapat mencapai prestasi membanggakan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berjuang mencapai kesuksesan akademik.







