MALANG, Zona Malang – Sekolah-sekolah favorit di Kota Malang siap menyambut rencana pemerintah untuk mengembalikan sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Salah satunya adalah SMA Negeri 4 Malang, yang menyatakan tidak akan mengalami kendala berarti dalam menghadapi perubahan kebijakan tersebut.
Alfan Akbar Yusuf, Waka Humas SMA Negeri 4 Malang, mengatakan bahwa pihaknya siap mengikuti kebijakan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sistem penjurusan bukanlah hal baru bagi sekolah ini, karena sebelumnya sistem tersebut pernah diberlakukan.
Saat ini, SMA Negeri 4 Malang tengah menerapkan sistem berbasis kelas profesi impian sesuai Kurikulum Merdeka. Dalam sistem ini, siswa diarahkan berdasarkan cita-cita dan minat mereka, seperti kelas Medical and Science, Government and Military, hingga Social Humanities and Education.
Alfan menegaskan bahwa esensi dari sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa tidak jauh berbeda dengan sistem saat ini. Mata pelajaran tetap disesuaikan dengan kebutuhan profesi siswa. Misalnya, siswa yang ingin menjadi dokter tetap akan mendapat materi IPA.
Sarana pendukung seperti laboratorium IPA, ruang praktik bahasa, dan perpustakaan juga tetap tersedia dan aktif digunakan. Guru juga tidak akan mengalami kesulitan berarti karena tetap mengajar sesuai bidang keahlian masing-masing.
Namun, Alfan menyoroti tantangan dari sisi persepsi masyarakat. Orang tua sering kali memiliki ekspektasi tinggi agar anak masuk jurusan IPA, yang dianggap lebih prestisius. Padahal, tidak ada jaminan anak IPA lebih sukses dari IPS. Semua kembali pada keseriusan belajar, dan itu yang perlu diedukasikan kepada masyarakat.
Langkah sosialisasi rencana pengembalian sistem penjurusan akan dilakukan setelah sekolah menerima surat edaran resmi dari kementerian. Pihak sekolah akan mengajak bicara seluruh warga sekolah, termasuk orang tua dan komite.
Sementara itu, Balqis Humairah, siswi kelas XI jurusan Sportpreneur, mengaku sistem saat ini membantunya fokus pada bidang olahraga yang ia minati. Sebagai atlet sepeda, Balqis merasa sistem yang ada saat ini memberikan kebebasan untuk langsung memilih jalur yang sesuai dengan impiannya.
Balqis menilai, sistem kurikulum yang ada saat ini memberinya kebebasan untuk langsung memilih jalur yang sesuai dengan impian, meskipun sistem penjurusan konvensional juga memberikan peluang eksplorasi yang luas.
Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mukti, sebelumnya menyampaikan rencana pengembalian sistem penjurusan ini pada Jumat lalu di Jakarta. Kebijakan ini akan mulai berlaku setelah regulasi resmi diterbitkan.







