MALANG, Zona Malang – Universitas Brawijaya (UB) Malang terus memperluas jangkauan global melalui kerja sama internasional. Dalam kunjungan resmi pekan lalu, Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., melakukan pertemuan dengan Yuanli Education di Kota Jinan, China.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda strategis UB dalam menjalin kolaborasi internasional yang berdampak nyata di bidang pendidikan tinggi, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Prof. Widodo didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Beijing, Yudil Chatim, saat bertemu dengan Direktur Yuanli Education, Ms. Lisa Wang, di kantor pusat lembaga pendidikan tersebut.
“Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh antusiasme dan kami membahas tiga fokus utama potensi kerja sama antara Universitas Brawijaya dan Yuanli Education,” ujar Prof Widodo. Beberapa hal yang dibicarakan mencakup pengembangan bisnis teknologi surveilans, kerja sama pendidikan dan program joint degree, serta pendirian pusat pelatihan industri (training center).
Pada bidang teknologi surveilans, kedua pihak menjajaki kemungkinan kolaborasi dalam pengembangan dan penerapan teknologi modern, sebagai respon terhadap meningkatnya kebutuhan keamanan dan monitoring dalam lingkungan bisnis dan pendidikan. “Kolaborasi ini ditargetkan untuk meningkatkan mobilitas mahasiswa dan dosen serta pengakuan akademik lintas negara,” ucap Prof Widodo.
Selain itu, UB dan Yuanli Education juga membahas inisiasi program joint degree di tiga bidang strategis, yaitu Law and Islamic Economics, Pharmacy, dan Dentistry. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas mahasiswa dan dosen serta pengakuan akademik lintas negara.
Pembahasan ketiga adalah pendirian pusat pelatihan industri (training center). Tujuannya untuk menjawab kebutuhan dunia industri terhadap tenaga kerja yang terampil. “Kami akan menjalin kerja sama dalam membangun training center sebagai pusat pelatihan dan sertifikasi kompetensi, yang terintegrasi dengan kebutuhan riil dunia usaha,” terang Prof. Widodo.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Beijing, Yudil Chatim, mengungkapkan bahwa dia melihat adanya keselarasan visi antara UB dan Yuanli dalam memajukan pendidikan tinggi yang berbasis kolaborasi internasional, serta menjawab kebutuhan industri global. “Dukungan terhadap kerja sama ini sangat penting untuk memperluas jangkauan dan pengaruh pendidikan Indonesia di kancah internasional,” kata Yudil Chatim.
Prof. Widodo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Yuanli Education dan menekankan bahwa kerja sama ini selaras dengan visi UB untuk memperluas jejaring global dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem inovasi berbasis pendidikan dan teknologi. “UB menyambut baik peluang kerja sama ini sebagai bentuk konkret diplomasi akademik dan penguatan daya saing institusi di tingkat internasional,” ujar Prof. Widodo.
Kerja sama antara UB dan Yuanli Education ini diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi kedua institusi dan masyarakat luas. Melalui kolaborasi di bidang teknologi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia, UB berharap dapat memperluas pengaruhnya di kancah internasional dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk mewujudkan kerja sama yang saling menguntungkan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis bagi UB dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan meningkatkan daya saingnya di tingkat global.
Selain itu, kerja sama ini juga sejalan dengan upaya UB untuk memperluas jangkauan dan pengaruh pendidikan Indonesia di kancah internasional. Dengan menjalin kolaborasi dengan mitra strategis di luar negeri, UB berharap dapat membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan pertukaran dan pengembangan kompetensi di tingkat global.







