Laboratorium Komputer Terbesar di Indonesia Ajarkan Teknologi Masa Depan

MALANG, Zona Malang – Universitas Negeri Malang (UM) menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025. Pada tahun ini, jumlah peserta yang memilih UM sebagai lokasi ujian mencapai 14.826 orang.

Monitoring pelaksanaan UTBK SNBT di UM dilakukan oleh Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., didampingi Wakil Rektor I UM, Prof. Ibrahim Bafadal, M.Pd., Direktur Pendidikan, Prof. Suyono, M.Pd, dan Koordinator Pelaksana UTBK SNBT UM sekaligus Kasubdit Seleksi UM, Dr. Rizky Firmansyah, S.E., M.S.A.

Dalam pemantauan di hari pertama dan kedua, Prof. Hariyono menyatakan bahwa seluruh panitia telah bekerja dengan sangat baik untuk memastikan seluruh peserta, termasuk peserta berkebutuhan khusus, mendapatkan layanan terbaik. Pihaknya berkomitmen penuh agar tidak ada peserta yang merasa dirugikan.

“Alhamdulillah, teman-teman panitia di bawah koordinasi WR I UM telah bekerja dengan sangat baik. Kita ingin memastikan seluruh peserta, termasuk saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus, mendapatkan layanan terbaik dari UM,” ujar Prof. Hariyono.

Dalam proses monitoring, ditemukan adanya beberapa peserta yang tidak hadir. Sesuai prosedur, peserta yang tidak mengikuti tes dinyatakan gugur dan kehilangan hak akademiknya dalam seleksi tahun ini.

Selain memastikan layanan yang prima, Rektor UM juga menekankan pentingnya kepekaan dan kecermatan panitia dalam menjaga integritas tes. Beliau menegaskan bahwa layanan yang ramah tidak boleh menghilangkan kepekaan dan ketegasan terhadap potensi kecurangan.

“Layanan yang ramah tidak boleh menghilangkan kepekaan dan ketegasan terhadap potensi kecurangan. Alhamdulillah, sampai pagi ini belum ditemukan indikasi kecurangan dari peserta,” ujar Prof. Hariyono.

Wakil Rektor I UM, Prof. Ibrahim Bafadal, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelaksanaan tes telah dipersiapkan secara matang melalui koordinasi lintas bidang. Mulai dari segi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), layanan kelistrikan/PLN, pengawas, teknisi, hingga pihak keamanan.

“Kami telah lakukan koordinasi bersama baik itu dari segi Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), layanan kelistrikan/PLN, pengawas, teknisi dan pihak keamanan. Semuanya menyatakan siap memberikan layanan terbaik,” ungkap Prof. Ibrahim Bafadal.

Selain itu, kesiapan teknisi ruang dan antisipasi terhadap kendala teknis seperti pemadaman listrik juga menjadi prioritas. Tahun ini, UM juga menyediakan fasilitas air minum UM (airum) bagi seluruh peserta yang mengikuti tes di kampus, yang tidak ditemukan di kampus lain.

UM mengoperasikan 64 laboratorium komputer yang tersebar di seluruh fakultas untuk pelaksanaan UTBK SNBT tahun 2025. Khusus bagi peserta tunarungu dan tunadaksa, yang berjumlah 11 orang, panitia menyediakan layanan dan pendampingan khusus untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran mereka dalam mengikuti ujian.

“Dengan berbagai upaya tersebut, kami bertekad memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta UTBK SNBT 2025 demi menciptakan proses seleksi yang adil, inklusif, dan transparan,” pungkas Prof. Ibrahim Bafadal.