MALANG, Zona Malang – SMP Negeri 13 Malang menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus melalui program “Nasi Tiga Beras Berseri: Layanan Siswa Istimewa Gelas Berwirausaha, Berkembang Semakin Mandiri”.
Kepala SMPN 13 Malang, Sadimin, M.Pd menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mengembangkan bakat, minat, dan keterampilan wirausaha siswa istimewa, termasuk slow learner, tunagrahita, dan low vision. “Sesuai dengan Undang-undang, kami merespons hal ini dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi dan program keterampilan hidup life skill berbasis kewirausahaan,” ujarnya.
Seluruh warga sekolah berperan penting dalam memastikan keberhasilan program tersebut dengan memfasilitasi kurikulum adaptif, sarana prasarana, serta kolaborasi dengan UPT Layanan ABK untuk identifikasi dan pendampingan siswa. Program ini berfokus pada pengembangan jiwa wirausaha siswa istimewa melalui dua kegiatan utama, yaitu Beternak Ayam Petelur dan Pembuatan Telur Asin.
Melalui program Beternak Ayam Petelur, sekolah telah mengembangkan peternakan kecil dengan 5 ayam kampung dan 5 ayam negeri petelur. Siswa secara bergantian merawat ayam, mengambil telur, dan menjualnya melalui koperasi sekolah. Selain itu, siswa juga diajarkan proses membuat telur asin secara mandiri, mulai dari pembersihan, pengolahan, hingga penjualan. Mereka juga belajar mencatat masa panen dan memasarkan produk.
Sadimin menyampaikan bahwa program ini membawa dampak positif, seperti kurikulum adaptif, keterampilan kewirausahaan sebagai bekal kemandirian, peningkatan partisipasi warga sekolah dalam menciptakan lingkungan ramah anak, dan pendapatan dari penjualan yang digunakan untuk pengembangan kegiatan siswa.
Program “Nasi Tiga Beras Berseri” bertujuan agar siswa istimewa bisa percaya diri dalam mengembangkan potensi, diterima sesuai keterbatasan, dan terlibat aktif dalam lingkungan sekolah. Meski tanpa Guru Pendamping Khusus (GPK), SMP Negeri 13 Malang memanfaatkan sumber daya internal, termasuk guru BK yang berpengalaman, untuk memandu siswa.
Sadimin menyampaikan bahwa program ini merupakan pengembangan dari program sebelumnya, menunjukkan peningkatan dari sekadar membuat telur asin menjadi beternak ayam. “Kami ingin siswa istimewa tidak hanya belajar, tetapi juga mandiri dan percaya diri melalui keterampilan wirausaha,” pungkas Sadimin.
Keberhasilan program “Nasi Tiga Beras Berseri” di SMP Negeri 13 Malang telah membawa dampak positif bagi siswa berkebutuhan khusus. Melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif dan berbasis kewirausahaan, sekolah mampu memberikan kesempatan bagi siswa istimewa untuk mengembangkan potensi dan kemandirian mereka.
Tidak hanya itu, program ini juga melibatkan seluruh warga sekolah, menunjukkan komitmen yang kuat dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus. Dengan dukungan dan kolaborasi yang baik, SMP Negeri 13 Malang berhasil menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menyelenggarakan pendidikan yang setara dan berkualitas bagi semua siswa.
Prestasi yang diraih oleh SMP Negeri 13 Malang dalam program “Nasi Tiga Beras Berseri” menjadi bukti nyata bahwa sekolah-sekolah di Indonesia mampu mengembangkan potensi siswa berkebutuhan khusus melalui pendekatan yang inovatif dan berwawasan luas. Diharapkan, cerita inspiratif ini dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berinovasi dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa, tanpa terkecuali.







