Ram­bu-Rambu “Jantung” Baru di Jalan Ngebruk, Satlantas Polres Malang Sambut Operasi Patuh Semeru 2025 dengan Sentuhan Preventif

Malang – Sejak fajar Senin (21/7), deretan rambu dan papan peringatan warna-warni tampak berdiri kokoh sepanjang Jalan Raya Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung.

Bukan sekadar pajangan, puluhan media imbauan itu menjadi “jantung” baru strategi Satlantas Polres Malang dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Patuh Semeru 2025 yang berlangsung serentak di seluruh Jawa Timur.

“Kami sebut ini ‘operasi tanpa teriakan’—pendekatan preemtif lewat rambu-rambu yang bicara langsung ke nurani pengendara,” ujar Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Chelvin Alif, usai memantau langsung pemasangan titik terakhir di kilometer 4 Ngebruk.

Dua pekan ke depan, 14 titik rawan—mulai dari tikungan maut, kawasan sekolah, hingga jalur gelap tanpa pencahayaan—akan dipasangi papan peringatan bertuliskan “Area Rawan Laka”, “Turunkan Kecepatan”, hingga “Ingat Keluarga di Rumah”. Semua dipetakan dari data kecelakaan tiga tahun terakhir yang menunjukkan lonjakan 27 persen pada 2024.

Edukasi Dulu, Tilang Elektronik Sesudahnya

Operasi kali ini tak cuma soal razia. Di balik helm dan sabuk pengaman yang jadi sorotan, Satlantas menyelipkan modus edukatif: sosialisasi door-to-door, simulasi keselamatan untuk pelajar, serta kampanye melalui radio komunitas. “Tujuannya satu—ubah perilaku dari dalam, bukan karena takap denda,” tegas Chelvin.

Namun bukan berarti pelanggar bebas lewat. Sebanyak 12 kamera ETLE statis dan tiga unit mobile tetap mengintai pelanggar helm, sabuk, hingga ODOL.

Hari keempat operasi, 1.011 pengendara sudah ditegur—sebagian besar hanya diberi pengarahan, selebihnya ditindak lewat tilang elektronik.

Warga: “Jadi Ingat Rumah, Jadi Ingat Aturan”

Sambutan hangat pun mengalir. Yuli, ibu dua anak yang rutin melintas Ngebruk, mengaku lebih waspada sejak papan peringatan dipasang.

“Setiap lihat tulisan ‘Ingat Keluarga di Rumah’, saya langsung turunkan kecepatan. Efek psikologisnya besar,” tuturnya.

Sementara itu, Satlantas menargetkan penurunan angka kecelakaan minimal 15 persen hingga akhir operasi 28 Juli mendatang.

“Kalau rambu ini bisa menyelamatkan satu nyawa saja, maka misi kami sudah sukses,” pungkas Chelvin seraya menutup papan imbauan terakhir di depan SMAN 2 Sumberpucung.
Baca juga: Polres Malang Gandeng RW Siarkan Lagu “Selamat Jalan” di Pengeras Jalan untuk Ingatkan Keselamatan