Subuh Keliling di Tajinan, Bupati Sanusi Tekankan Kekuatan Sholawat dan Sinergi Ulama-Umaro untuk Malang Makmur

Bupati Sanusi secara khusus mengupas tentang keutamaan dan kekuatan mengamalkan sholawat secara istiqomah.

MALANG – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., kembali melanjutkan program Safari Sholat Subuh Keliling (Suling) dengan menyapa dan beribadah bersama masyarakat di Masjid Jami’ Ibrohim, Desa Randugading, Kecamatan Tajinan, pada Jumat (1/8) pagi ini. Momen ini dimanfaatkan Bupati untuk menyampaikan pesan-pesan spiritual dan penguatan komitmen pembangunan berbasis keumatan.

Di hadapan para jamaah yang hadir, termasuk Kepala Kemenag dan jajaran Kepala Perangkat Daerah, Bupati Sanusi secara khusus mengupas tentang keutamaan dan kekuatan mengamalkan sholawat secara istiqomah. Menurutnya, amalan ini memiliki manfaat luar biasa yang dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan membaca sholawat, rezeki tak akan pernah putus, Insyaallah kalau istiqomah tidak akan kekurangan apa-apa, dan dosa-dosa juga diangkat oleh Allah SWT,” jelas Bupati Sanusi, seraya menambahkan bahwa setiap satu shalawat akan dibalas dengan sepuluh kali rahmat dari Allah.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam hidup. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjalin hubungan yang baik dengan Allah (hablum minallah) melalui ibadah, sekaligus merawat hubungan yang harmonis dengan sesama manusia (hablum minannas) demi terwujudnya Kabupaten Malang yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur atau negeri yang baik dengan ampunan Tuhan.

Pada akhir arahannya, Bupati Sanusi menegaskan kembali pilar penting dalam pembangunan daerah, yaitu sinergi yang kokoh antara ulama (tokoh agama) dan umaro (pemerintah).

“Insyaallah, jika ulama dan umaro bisa berjalan beriringan serta kompak dalam proses pembangunan, maka Kabupaten Malang akan semakin makmur dan barokah,” pungkasnya.

Program Subuh Keliling yang telah berjalan selama empat tahun ini terbukti menjadi sarana efektif. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para kepala dinas untuk turun langsung, melihat, dan menyerap aspirasi dari kondisi riil di tingkat desa.