MALANG – Seluruh elemen pimpinan dan masyarakat Kabupaten Malang menyatukan tekad dalam sebuah acara akbar yang digelar di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Rabu (3/9) pagi ini. Kegiatan yang bertajuk “Apel Jogo Kabupaten Malang” ini menggabungkan tiga pilar utama: komitmen kebangsaan melalui Ikrar Damai, penguatan spiritual melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta jaminan kesejahteraan melalui Gerakan Pangan Murah.
Acara ini menunjukkan sebuah front persatuan yang solid dan komprehensif. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir secara lengkap, mulai dari Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., Wakil Bupati Dra. Hj. Lathifah Shohib, hingga pimpinan DPRD. Kehadiran para komandan tinggi militer seperti Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, dan Komandan Lanal Malang, semakin mengukuhkan keseriusan acara ini.
Puncak dari apel kebangsaan ini adalah pembacaan “Ikrar Kabupaten Malang Damai”. Bupati Sanusi, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa ikrar ini adalah komitmen moral bersama seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah untuk secara tegas menolak segala bentuk kekerasan, anarkisme, dan perusakan demi menjaga kondusivitas “Bumi Arema”.
Secara khusus, momentum ini juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Bupati Sanusi mengajak seluruh hadirin untuk kembali meneladani ajaran luhur Rasulullah SAW. “Mari kita teladani ajaran Rasulullah yang menekankan pentingnya menebarkan kedamaian, memelihara persaudaraan, serta menghindari perpecahan,” pesannya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Malang juga menunjukkan bahwa perdamaian harus ditopang oleh kesejahteraan. Hal ini diwujudkan secara nyata melalui penyelenggaraan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) di lokasi yang sama. Ratusan masyarakat, termasuk komunitas ojek online, dapat membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Bupati Sanusi memaparkan filosofi di balik pendekatan ini. Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketertiban memiliki hubungan yang sangat erat dengan stabilitas ekonomi masyarakat. “Ketika kebutuhan pokok masyarakat terjamin, maka suasana damai juga akan terwujud,” tegasnya, menggarisbawahi pentingnya program pro-rakyat dalam menjaga perdamaian.

Berbagai elemen masyarakat yang hadir, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, hingga komunitas ojek online, turut serta dalam doa bersama yang dipanjatkan untuk kedamaian dan kemakmuran Kabupaten Malang serta Indonesia secara luas.
Di akhir amanatnya, Bupati Sanusi sekali lagi menyerukan pentingnya sinergi yang berkelanjutan. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus bekerja sama dengan pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah, sehingga Kabupaten Malang dapat menjadi daerah yang maju, bermartabat, dan sejahtera bagi seluruh warganya.







