Zona Malang – Bertepatan dengan momentum Hari Literasi Internasional, Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpussip) Kabupaten Malang kembali menegaskan komitmennya dalam menggenjot budaya baca di tengah masyarakat.
Bukan hanya melalui cara konvensional, kali ini fokus utama adalah pengembangan layanan berbasis digital dan penguatan jaringan perpustakaan hingga ke pelosok desa.
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Disperpussip Kabupaten Malang, Cecep Lily, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang merampungkan pengembangan aplikasi Perpustakaan Kabupaten Malang.
Aplikasi ini merupakan penyempurnaan signifikan dari platform daring sebelumnya, e-perpus.malangkab.go.id, yang akan membawa pengalaman membaca ke level yang lebih modern dan mudah diakses.
“Aplikasi terbaru ini tidak main-main. Ia akan memuat puluhan ribu koleksi digital yang sangat beragam, mencakup berbagai genre mulai dari fiksi, nonfiksi, buku pengetahuan umum, hingga bacaan populer yang digemari masyarakat.
“Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan, tanpa terkendala jarak maupun waktu,” jelas Cecep dikutip dari RRI Malang pada Senin (8/9) kemarin.
Dengan demikian, perpustakaan kini benar-benar ada dalam genggaman tangan setiap warga.
Selain lompatan besar di ranah digital, Disperpussip Kabupaten Malang juga mempersiapkan sebuah kolaborasi masif dengan 970 perpustakaan sekolah dan desa yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Inisiatif ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah strategi penataan dan pengelolaan yang terintegrasi.
Langkah ini bertujuan untuk menjadikan jaringan perpustakaan di Kabupaten Malang lebih efektif, efisien, dan mampu menembus batas-batas geografis.
Harapannya, akses terhadap ilmu pengetahuan dan bahan bacaan bisa menjangkau lapisan masyarakat hingga ke pelosok-pelosok desa yang selama ini mungkin kesulitan.
“Literasi adalah kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan pengembangan aplikasi dan jaringan perpustakaan ini, kami berharap akses bacaan semakin terbuka luas dan budaya literasi di Kabupaten Malang semakin kuat,” ujar Cecep Lily.
Ia menekankan bahwa investasi pada literasi adalah investasi pada masa depan bangsa.
Pengembangan layanan digital dan penguatan jaringan perpustakaan ini sejurus dengan semangat Hari Literasi Internasional, yang setiap tahunnya menyerukan pentingnya literasi sebagai hak dasar setiap individu dan fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa.
Kabupaten Malang kini mengambil langkah nyata untuk mewujudkan cita-cita tersebut, memastikan bahwa setiap warganya memiliki kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.







