ASN Teladan Zakat, Malang Perkuat Sinergi Baznas–Pemda demi Kesejahteraan Berkelanjutan

Zona Malang, Kepanjen – Jumat (17/10) siang, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M. M. memimpin rapat koordinasi bersama perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Malang di Hotel Grand Kanjuruhan. Agenda difokuskan pada penguatan program kesejahteraan sosial dalam bingkai Malang Makmur Berkelanjutan melalui optimalisasi zakat. Hadir Dandim 0818 Malang–Batu, Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur, Ketua Baznas Kabupaten Malang, Sekda Kabupaten Malang, jajaran kepala perangkat daerah, dan para camat.

Bupati menegaskan kembali peran ganda zakat, spiritual dan sosial, yang bukan saja menyucikan harta, tetapi juga bekerja sebagai instrumen pemerataan. Baznas Kabupaten Malang disebutnya mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi kesejahteraan lewat program unggulan yang menyentuh kelompok rentan.

“Sinergi antara Baznas, perangkat daerah, dan pemerintah kecamatan harus terus diperkuat. Kita tingkatkan layanan muzakki dengan transparansi, kemudahan pembayaran, dan pemanfaatan teknologi digital,” ujar Bupati Sanusi.

ASN disorot sebagai teladan publik yang berpotensi menjadi muzakki konsisten. Menurut Bupati, zakat ASN selain menghadirkan manfaat spiritual juga berdampak langsung pada penerima manfaat melalui program Baznas bagi masyarakat miskin, anak yatim, dan pelaku usaha mikro.

Ia menginstruksikan perangkat daerah dan kecamatan untuk aktif menyosialisasikan mekanisme zakat profesi, mendata potensi zakat di instansi masing-masing secara berkala, mendorong edukasi zakat di forum resmi maupun kegiatan sosial keagamaan, serta mengarahkan pemanfaatan zakat secara produktif.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan penghargaan kategori pelaporan dan penghimpunan zakat, infak, serta muzakki.

Sekretariat Daerah Kabupaten Malang menerima predikat terbaik 1 pada kategori Peningkatan Penghimpunan Zakat Infak untuk klaster UPZ Perangkat Daerah, BUMD, dan Instansi Vertikal.

Bupati berharap rapat menghasilkan rumusan operasional yang memperkuat pelayanan muzakki, mengoptimalkan pengelolaan zakat ASN, dan memperluas dampak zakat bagi masyarakat. Ia menutup dengan ajakan bersinergi, berkolaborasi, dan berzakat bersama demi terwujudnya Kabupaten Malang yang religius, sejahtera, dan bermartabat.

Pakar ekonomi syariah menilai kunci keberhasilan model zakat daerah adalah tata kelola yang akuntabel, arsitektur digital yang memudahkan payroll zakat ASN, dan penyaluran produktif berbasis data kemiskinan. Indikator yang perlu dipantau tidak hanya jumlah penghimpunan, tetapi juga rasio mustahik yang beralih menjadi muzakki melalui intervensi pemberdayaan.

Tips implementasi cepat untuk OPD, kecamatan, dan UPZ

  1. Terapkan auto-debit zakat profesi berbasis persetujuan ASN, lengkap dengan kalkulator zakat dan tanda terima elektronik.
  2. Satukan kanal pembayaran resmi Baznas (QRIS dan transfer virtual account) dalam satu halaman landing internal agar prosedur mudah diikuti.
  3. Bangun dasbor monitoring bulanan: target, realisasi, biaya operasional, dan capaian program agar pimpinan bisa memutuskan alokasi cepat.
  4. Prioritaskan penyaluran produktif: modal bergulir ultra-mikro, pelatihan usaha, dan pendampingan rantai pasok, disertai mentoring tiga bulan pertama.
  5. Integrasikan data mustahik dengan DTKS daerah agar penyaluran tepat sasaran dan menghindari double counting.
  6. Publikasikan laporan triwulanan yang ringkas dan mudah dibaca untuk menjaga kepercayaan publik.