Zona Malang – Suasana khidmat namun penuh keakraban terasa di area Rumah Dinas Bupati Malang pada Sabtu (1/11) malam. Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., bersama istrinya yang juga Ketua TP PKK, Hj. Anis Zaidah, menggelar acara tasyakuran sederhana. Acara ini menjadi penanda kembalinya mereka ke tanah air dengan selamat setelah menunaikan ibadah umroh selama 10 hari di Tanah Suci.
Meski dikemas sederhana, acara ini dihadiri oleh jajaran lengkap pimpinan daerah. Tampak hadir Wakil Bupati Dra. Hj. Lathifah Shohib, Sekretaris Daerah Dr. Ir. Budiar, M.Si, serta jajaran Forkopimda mulai dari Ketua DPRD, Dandim 0818, dan perwakilan Polres Malang. Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para Camat se-Kabupaten Malang juga turut hadir untuk menyambut kembali pimpinan mereka.
Dalam suasana santai tersebut, Abah Sanusi, sapaan akrabnya, menceritakan bahwa tasyakuran ini adalah wujud syukur atas kelancaran seluruh rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah. Ia juga berbagi sedikit pengalaman menegangkan di akhir perjalanan. Ternyata, jadwal kepulangan mereka sempat tertunda atau mundur dari rencana semula. Hal ini disebabkan adanya masalah teknis dari pihak maskapai penerbangan saat rombongan sudah berada di bandara. Oleh karena itu, bisa kembali ke Malang dengan sehat dan selamat menjadi sebuah berkah yang patut disyukuri secara khusus.
Namun, momen syukuran ini tampaknya bukan penanda untuk bersantai. Bupati Sanusi menegaskan bahwa masa istirahatnya telah usai dan ia akan langsung “tancap gas” kembali memimpin roda pemerintahan. Ia mengumumkan bahwa tugas resmi pertamanya akan dimulai keesokan harinya, tepat pada waktu subuh, dengan melanjutkan program andalannya: Safari Shubuh Keliling.
Kecamatan Wonosari dipilih menjadi lokasi pertama yang akan ia kunjungi pasca-pulang dari Tanah Suci. Tak hanya mengumumkan, Bupati Sanusi juga memberikan instruksi langsung kepada seluruh Kepala OPD dan Camat yang hadir dalam tasyakuran tersebut. Ia meminta agar semua yang tidak memiliki agenda mendesak lainnya untuk wajib hadir bersamanya di Wonosari.
Bupati menjelaskan bahwa agenda Safari Subuh kali ini memiliki makna lebih. Ia ingin mengawali kembali masa tugasnya dengan sebuah doa bersama. “Mari berdoa bersama kepada Allah SWT bahwa semua yang akan dilakukan dan direncanakan mendapat ridho dan pertolongan-Nya, serta semua dilancarkan,” ajak Bupati Sanusi. Doa bersama ini, lanjutnya, ditujukan untuk kelancaran seluruh program pemerintah, baik yang dijalankan Pemkab Malang, Polres, Kodim 0818, DPRD, maupun program kerja di masing-masing OPD.
Momen tasyakuran ini secara efektif menjadi ajang konsolidasi informal bagi Bupati Sanusi. Ia memanfaatkan pertemuan non-formal tersebut untuk menyelaraskan kembali frekuensi dengan seluruh pimpinan di jajarannya. Mengawali kembali tugas dengan ibadah dan doa bersama adalah sebuah langkah simbolis yang kuat, mencerminkan gaya kepemimpinan yang ia usung, yang memadukan antara spiritualitas dengan pelayanan publik.
Bagi Anda para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Kabupaten Malang, instruksi ini menjadi sebuah sinyal penting. Ini menandakan bahwa sang bupati telah kembali aktif sepenuhnya dan ritme kerja akan kembali berjalan normal. Bagi para pejabat yang hadir, undangan tasyakSsyukuran tersebut sekaligus menjadi “briefing” tidak resmi pertama, menegaskan bahwa program yang memadukan spiritualitas dan pelayanan publik seperti Safari Subuh akan tetap menjadi prioritas utama dalam agenda pemerintahan. (**)







