Zona Malang – Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat Kabupaten Malang tahun 1447 Hijriah / 2026 Masehi berlangsung meriah pada Jumat, 6 Maret siang hari di Ruang Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang. Acara yang dihadiri oleh seluruh jajaran kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Malang, serta tokoh agama terkemuka seperti ketua Baznas, MUI, dan FKUB Kabupaten Malang ini diwarnai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama.
Sebagai pembicara utama, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si., hadir untuk menyampaikan sambutan resmi sekaligus menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta.
Dalam kesempatan ini, Budiar menekankan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan hanya sekadar kegiatan seremonial keagamaan semata. Ia menjelaskan bahwa momentum ini memiliki makna lebih dalam, yaitu sebagai ajang untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dalam diri setiap individu.
Selain itu, peringatan ini juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengingat peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.
Budiar juga menambahkan bahwa peringatan ini harus dijadikan sebagai titik awal untuk lebih mencintai dan mempelajari kandungan ajaran Al-Qur’an. Ia berharap bahwa setelah mengikuti acara ini, setiap peserta akan lebih terinspirasi untuk menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya itu, Budiar juga menyampaikan bahwa kegiatan ini juga dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat luas. Acara ini diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai kegiatan keagamaan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026 di Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Budiar mengungkapkan harapannya agar seluruh peserta peringatan Nuzulul Qur’an ini dapat semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan. Ia menyatakan bahwa Al-Qur’an bukan hanya buku suci bagi umat Islam, tetapi juga panduan yang dapat membantu setiap orang untuk menjalani hidup yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Budiar juga menekankan bahwa setiap individu harus berusaha untuk lebih sering membaca, mempelajari, dan menerapkan ajaran Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari hubungan dengan Tuhan, keluarga, tetangga, hingga masyarakat luas. Ia menambahkan bahwa dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan hidup, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis, damai, dan penuh kasih sayang.
Selain itu, Budiar juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan ajaran Al-Qur’an di Kabupaten Malang.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, gedung, dan fasilitas umum. Melainkan, pembangunan karakter dan spiritual masyarakat juga menjadi bagian penting dari pembangunan daerah secara keseluruhan. Menurutnya, tanpa pembangunan karakter dan spiritual yang baik, pembangunan fisik saja tidak akan dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera dan bahagia.
Budiar juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus berkomitmen untuk mendukung pembinaan umat dan kegiatan keagamaan di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Ia berharap bahwa dukungan ini dapat membantu umat Islam untuk lebih aktif dalam mempelajari dan menerapkan ajaran Al-Qur’an, serta dapat menciptakan masyarakat yang lebih religius dan berakhlak mulia. Budiar juga menambahkan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an ini juga dapat menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi antar umat beragama di Kabupaten Malang.
Selain menyampaikan pesan tentang pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, Budiar juga membahas tentang kegiatan Safari Ramadan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Malang selama beberapa waktu terakhir. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Melalui Safari Ramadan, pemerintah daerah telah berhasil menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Malang dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga dapat memahami lebih baik kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Budiar juga menambahkan bahwa kegiatan ini juga telah berhasil memperkuat kebersamaan dan solidaritas antar masyarakat, terutama di tengah bulan suci Ramadan. Selain itu, Budiar juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, toleransi, dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Ia menyatakan bahwa kerukunan antar umat beragama adalah hal yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan kondusif di Kabupaten Malang.
Budiar juga menekankan bahwa setiap individu harus berperan aktif dalam menjaga kerukunan, tidak hanya di lingkungan rumah, tetapi juga di tempat kerja, sekolah, dan masyarakat umum. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial, agar tetap bersih, aman, dan nyaman untuk ditinggali.
Selain itu, Budiar juga menambahkan bahwa masyarakat harus terus memperkuat silaturahmi antar sesama, terutama dengan menjaga hubungan baik dengan tetangga, keluarga, dan rekan kerja. Ia berharap bahwa dengan menjaga silaturahmi, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan saling membantu.
Dalam penutup sambutannya, Budiar kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, toleransi, dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah akan terus berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan umat di Kabupaten Malang.
Menurutnya, dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif dari masyarakat, Kabupaten Malang dapat menjadi daerah yang lebih baik, sejahtera, dan berakhlak mulia. Informasi menarik yang dapat diperoleh dari acara ini adalah bahwa Pemerintah Kabupaten Malang telah menyiapkan berbagai program keagamaan tambahan sepanjang tahun 2026, termasuk kelas pengajian rutin setiap minggu, lomba membaca dan menghafal Al-Qur’an untuk berbagai usia, serta bantuan kepada masyarakat kurang mampu selama bulan suci Ramadan.
Selain itu, peringatan Nuzulul Qur’an ini juga dihadiri oleh lebih dari 500 peserta, termasuk siswa sekolah menengah atas dan bawah dari berbagai madrasah dan sekolah umum di seluruh Kabupaten Malang. Kehadiran para siswa ini menunjukkan bahwa generasi muda di Kabupaten Malang memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan keagamaan dan pemahaman tentang pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini juga diwarnai dengan penampilan paduan suara yang menyanyikan lagu-lagu religi yang indah, serta pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh ketua MUI Kabupaten Malang. Setelah acara selesai, para peserta juga diberikan kesempatan untuk berbagi makanan bersama dan berinteraksi satu sama lain, sehingga semakin mempererat silaturahmi antar peserta.
Keseluruhan acara berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan, menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Malang sangat menghargai nilai-nilai keagamaan dan kerukunan antar umat beragama. Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah daerah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan harmonis di Kabupaten Malang.







