Penutup Drainase Jebol di Trotoar Jalan Besar Ijen Kota Malang, Pejalan Kaki Nyaris Jatuh

Sebuah penutup drainase di trotoar Jalan Besar Ijen, Kota Malang, jebol dan nyaris menelan korban. Dinas PU setempat telah memasang rambu pengaman dan berjanji mengganti…

Zona Malang – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di trotoar Jalan Besar Ijen, Kota Malang, pada Minggu pagi (29 Maret 2026), ketika penutup drainase berbahan besi yang berusia hampir satu dekade tiba-tiba jebol. Akibatnya, seorang pejalan kaki nyaris terperosok ke dalam lubang drainase, beruntung ia segera diselamatkan oleh warga sekitar yang berada di lokasi.

Penutup drainase yang rusak tersebut berbentuk lingkaran dengan diameter cukup besar, dan bagian tengahnya telah terbentuk lubang yang cukup dalam. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pejalan kaki dan pengguna sepeda. Sebagai tindakan cepat, pihak Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang segera memasang garis pengaman berwarna kuning-hitam serta bambu penahan untuk mencegah kejadian serupa.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Kristiyan Bagus Muryanto, membenarkan insiden tersebut dan menyampaikan bahwa penutup drainase yang rusak memang sudah waktunya diganti. “Penutup ini sudah terkena korosi dan usianya memang sudah lama — sejak 2017, sesuai tulisan yang tertera di permukaannya,” jelasnya, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan bahwa trotoar dan penutup drainase di kawasan tersebut merupakan hasil program Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu bank swasta. Namun, hingga kini, aset tersebut belum diserahkan secara resmi ke Pemerintah Kota Malang. “Ini menjadi tantangan tersendiri karena secara administrasi, aset ini belum menjadi tanggung jawab Pemkot. Tapi kami tetap bertanggung jawab atas keselamatan warga,” ujarnya.

Dalam pandangan pengamat infrastruktur perkotaan, insiden ini menjadi cerminan dari masalah manajemen aset publik yang belum terintegrasi. “Ketika proyek CSR tidak diserahkan secara resmi, maka tanggung jawab pemeliharaan menjadi kabur. Ini bisa berakibat fatal jika tidak segera diatasi,” kata Dr. Andi Prasetyo, pakar tata kota dari Universitas Brawijaya.

Pihak Dinas PU telah mengusulkan penggantian penutup drainase dengan material yang lebih tahan lama dan kuat. Proses penggantian diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat, setelah proses pengadaan dan koordinasi dengan pihak terkait selesai. “Kami tidak ingin ada korban lagi. Keamanan warga adalah prioritas utama,” tegas Kristiyan.

Warga sekitar yang kerap melintas di Jalan Besar Ijen menyambut baik langkah cepat Pemkot, namun meminta agar evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap seluruh infrastruktur trotoar dan drainase di wilayah tersebut. “Jangan sampai ini terjadi lagi. Kami butuh trotoar yang aman, bukan yang jadi jebakan,” ujar Siti Rahayu, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar Jalan Ijen.

Insiden ini juga memicu diskusi di media sosial, di mana banyak warga menuntut transparansi terkait aset CSR dan pengawasan rutin terhadap infrastruktur publik. Beberapa akun menyarankan agar Pemkot membuat sistem pelaporan digital yang memungkinkan warga melaporkan kerusakan infrastruktur secara real-time.

Dengan meningkatnya mobilitas warga pasca-Lebaran, keamanan infrastruktur jalan dan trotoar menjadi isu krusial. Pemkot Malang diharapkan tidak hanya menanggulangi insiden satu per satu, tetapi juga membangun sistem pemeliharaan preventif yang berkelanjutan. “Ini bukan soal perbaikan, tapi soal pencegahan. Jangan sampai nyawa warga jadi taruhannya,” tandas Andi Prasetyo.

Catatan Redaksi: Berita ini diperbarui berdasarkan informasi terbaru dari Dinas PU Kota Malang. Kami mengajak warga untuk tetap waspada saat melintas di area yang sedang dalam perbaikan dan segera melaporkan kondisi infrastruktur yang rusak melalui kanal resmi Pemkot.