Dahar Sareng Poncokusumo, Tradisi Syukur yang Perkuat Gotong Royong Warga Malang Timur

Dahar Sareng merupakan tradisi makan bersama yang dikemas dengan kreativitas masyarakat Desa Poncokusumo

MALANG, Zonamalang.com – Warga Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, kembali menggelar Dahar Sareng sebagai bagian dari rangkaian Selamatan Desa. Kegiatan tahunan yang berlangsung di lapangan olahraga desa setempat, Minggu (26/7) siang, menjadi ruang kebersamaan sekaligus bentuk rasa syukur masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar, turut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadirannya disambut warga yang mengikuti acara dengan membawa dan menyajikan beragam makanan tradisional.

Dahar Sareng merupakan tradisi makan bersama yang dikemas dengan kreativitas masyarakat Desa Poncokusumo. Makanan yang telah disiapkan warga kemudian dinikmati bersama sebagai bentuk sedekah sekaligus ungkapan syukur kepada Allah SWT.

Tidak sekadar menjadi agenda seremonial, kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai upaya merawat warisan budaya, menjaga hubungan masyarakat dengan lingkungan, serta memperkuat jati diri desa.

Dalam sambutannya, Budiar mengatakan bahwa Dahar Sareng memiliki nilai sosial yang penting bagi masyarakat. Tradisi tersebut dinilai mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Menurutnya, kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan desa perlu terus dipertahankan. Terlebih, budaya gotong royong menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Budiar pun mengajak warga menjaga toleransi dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan kepentingan. Kepentingan bersama, kata dia, harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Mari kita utamakan kemaslahatan bersama di atas kepentingan kelompok dan pribadi agar tercipta masyarakat Kabupaten Malang yang damai, tenteram, dan sejahtera,” ujar Budiar.

Ia menambahkan, Selamatan Desa Poncokusumo juga menjadi wujud doa bersama agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari berbagai musibah.

Tradisi semacam ini, lanjut Budiar, tidak hanya mencerminkan rasa syukur atas hasil bumi dan kehidupan yang telah diterima warga. Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat agar masyarakat tetap menjaga alam serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

“Mudah-mudahan melalui perwujudan rasa syukur ini, masyarakat Desa Poncokusumo dijauhkan dari musibah dan segala macam penyakit,” katanya.

Budiar berharap Dahar Sareng terus dilestarikan dan dikembangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah diwariskan para pendahulu. Kreativitas masyarakat dalam mengemas kegiatan juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Poncokusumo.

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, panitia, serta seluruh warga yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.

“Selamat dan sukses untuk Dahar Sareng bersama masyarakat Desa Poncokusumo. Maju terus Desa Poncokusumo, semoga semakin kompak dan terus berkembang,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga tradisi makan bersama, tetapi juga terus merawat semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong sebagai modal membangun desa.