MALANG, Zonamalang.com – Semangat gotong royong ditunjukkan warga RT 35 RW 07, Dusun Krajan, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Mereka berhasil membangun jalan desa menggunakan dana swadaya tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Malang, M Sanusi, saat menghadiri syukuran peresmian jalan pada Jumat (31/7/2026) malam.
Sanusi menilai pembangunan jalan secara mandiri mencerminkan kuatnya solidaritas dan kepedulian warga terhadap kebutuhan bersama. Inisiatif itu juga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan di wilayahnya.
Acara peresmian dihadiri jajaran perangkat daerah Kabupaten Malang, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Camat Pujon, Forkopimcam Pujon, Kepala Desa Pandesari, perangkat desa, pelaku usaha, pengelola wisata, serta sejumlah pegiat seni.
Perwakilan masyarakat menyampaikan bahwa pembangunan jalan dapat diselesaikan berkat sumbangan dan kerja bersama warga. Jalan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas sekaligus memberikan manfaat bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Dusun Krajan.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya warga RT 35 RW 07 Bon Bayi, yang telah mewujudkan pembangunan jalan ini dengan dana murni masyarakat,” ujar perwakilan warga.
Ia berharap jalan yang baru selesai dibangun dapat digunakan dan dirawat bersama. Kehadiran Bupati Malang dalam acara tersebut juga dinilai menjadi tambahan motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kekompakan.
“Semoga jalan ini memberikan manfaat dan membawa keberkahan bagi seluruh warga,” lanjutnya.
Dalam sambutannya, Sanusi mengatakan pembangunan jalan melalui dana swadaya merupakan bukti bahwa persatuan dan kebersamaan masyarakat Desa Pandesari masih terjaga dengan baik.
Menurutnya, semangat serupa layak ditiru desa-desa lain, terutama untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang dapat dikerjakan melalui partisipasi masyarakat.
Sanusi menjelaskan, kemandirian masyarakat semakin dibutuhkan di tengah keterbatasan kemampuan keuangan pemerintah daerah. Ia menyebut Kabupaten Malang mengalami pengurangan transfer anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp644 miliar pada tahun ini.
Pengurangan tersebut juga berdampak terhadap sejumlah alokasi pembangunan, termasuk anggaran yang berkaitan dengan pemerintah desa. Kondisi itu membuat pemerintah daerah harus menentukan program prioritas dengan lebih ketat.
“Harapan kami, ke depan berbagai kebutuhan masyarakat dan kepentingan umum dapat dibangun secara mandiri,” kata Sanusi.
Meski demikian, pembangunan secara swadaya bukan berarti seluruh tanggung jawab pemerintah dialihkan kepada masyarakat. Partisipasi warga dipandang sebagai bentuk dukungan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan yang belum dapat sepenuhnya dijangkau melalui anggaran daerah.
Sanusi menyebut kemandirian masyarakat sejalan dengan visi Malang Makmur. Salah satu unsur dalam visi tersebut adalah membangun masyarakat yang mampu mengoptimalkan potensi dan kekuatan yang dimiliki.
“Kemandirian seperti inilah yang sejalan dengan visi Malang Makmur, khususnya pada aspek mandiri, yaitu masyarakat yang mampu berdiri di atas kemampuan sendiri tanpa terus bergantung kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” tegasnya.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap panitia dan warga, Sanusi menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp5 juta. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kegiatan masyarakat dan mengapresiasi semangat gotong royong dalam pembangunan jalan.
Ia berharap kebersamaan yang telah tumbuh tidak berhenti setelah pembangunan jalan selesai. Warga diminta terus menjaga fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Selain memperlancar akses warga, keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta memudahkan masyarakat menjangkau fasilitas pelayanan umum.
“Mudah-mudahan apa yang telah dilaksanakan masyarakat Pandesari, khususnya Dusun Krajan, menjadi berkah dan membawa manfaat bagi kita semua,” ujar Sanusi.
Ia juga mendoakan agar kondisi ekonomi dan kesejahteraan warga Desa Pandesari terus meningkat sehingga masyarakat mampu melanjutkan pembangunan di wilayahnya.
“Semoga masyarakatnya semakin sehat, rezekinya semakin bertambah, sehingga mampu membangun lebih banyak lagi demi kemajuan desa dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.







