Zona Malang – Info update karnaval hari ini Sabtu 19 Agustus 2023 Malang Raya bakal ada RISWANDA Audio dan BREWOG Audio serta Audio lain dari berbagai daerah.
Untuk merayakan HUT RI ke 78, berbagai kegiatan diadakan oleh masyarakat, selain sebagai rasa syukur, acara peringatan Kemerdekaan RI juga sebagai wadah kreatifitas dan hiburan.
Seperti karnaval yang sudah ada sejak dahulu, hampir di berbagai desa hingga kota karnaval dalam rangka HUT RI selalu diadakan.
Namun, saat ini salah satu untuk memeriahkan HUT RI adalah dengan adanya karnaval budaya sampai pertunjukan Cek Sound.
Istilah HOREG mungkin sudah tidak asing ditelinga masyarakat, hal ini merujuk pada ajang cek sound system dengan volume tertentu yang membuat area sekitar sound akan terasa HOREG (Bergetar Red.).
Bagi Anda yang tidak suka dengan acara cek sound ini, bisa melihat karnaval pertujukan budaya yang kreatif dan lucu-lucu.
Simak berikut jadwal karnaval hari ini Sabtu 19 Agustus 2023 Malang Raya dihimpun Zona Malang dari berbagai sumber.
- 19 Agustus: Ds. Kanigoro Kec. Pagelaran (RISWANDA, BREWOG Audio Dll)
- 19 Agustus: Ds. Rejoyoso – Kec. Bantur
- 19 Agustus: Ds. Segaran Kec. Gedangan
- 19 Agustus: Ds. Ngantru – Kec. Ngantang
- 19 Agustus: Ds. Arjowilangun – Kec. Kalipare
- 19 Agustus: Ds. Poncokusumo (Karnaval Budaya)
Terkadang, suara sound yang dihasilkan acara cek sound mengganggu masyarakat, untuk itu, Satpol PP Malang telah mengatur batas volume audio yang dihasilkan harus 60db.
Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H. Matondang, saat berbicara di program Idjen Talk mengakui bahwa mereka sering mendapat laporan terkait masalah sound system yang mengganggu.
“Kami sering menerima laporan tentang karnaval dengan sound system yang membuat ketidaknyamanan. Melalui kerja sama dengan Muspika, kami selalu mengingatkan camat agar acara yang diadakan tidak mengganggu,” ungkapnya.
Firmando juga menjelaskan bahwa dalam Peraturan Daerah (Perda) sudah ada aturan terkait penggunaan sound system dalam setiap kegiatan. Suara dari sound system tidak boleh melebihi 60 db.
Ia juga mengakui bahwa belakangan ini ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, terutama dalam rangka perayaan Suro dan Hari Kemerdekaan RI.
“Memang masyarakat merasa bersemangat, terutama setelah masa pandemi,” tambahnya dalam siaran Radio City Guide 911 FM pada Selasa (8/8/2023).
Dalam mengatasi situasi ini, Moch Aan Sugiharto, seorang dosen Sosiologi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memiliki saran untuk menciptakan tempat khusus. Tempat tersebut akan dijadikan ruang bagi mereka yang ingin menggelar karnaval dengan sound system yang keras.
“Terutama karena ada banyak pro dan kontra mengenai acara karnaval yang menggunakan sound system yang terlalu keras, bahkan melebihi 60 db.”
“Kami bisa memberikan ruang khusus, mungkin di tempat yang lebih jauh dari pemukiman masyarakat, seperti lapangan,” tambahnya.***







