Terharu! Pelepasan Bayi Kembar Siam di RSSA Kota Malang Diiringi Pengibaran Bendera dari Nakes

Zona Malang – Tim Dokter Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang telah berhasil menjalankan operasi pemisahan bayi kembar siam Aliyah dan Aisyah. Kedua bayi kembar perempuan berusia 11 bulan ini telah menjalani perawatan khusus selama 10 hari di RSSA Kota Malang, dan kondisinya kini telah stabil sehingga mereka dapat kembali kepada orang tua mereka.

Saat kepulangan Aliyah dan Aisyah dari gedung morning report RSSA Kota Malang, puluhan perawat dan dokter dengan rasa senang dan haru mengibarkan bendera merah putih sebagai tanda kebahagiaan dan perpisahan. Kedua bayi ini meninggalkan rumah sakit dalam sebuah mobil.

Ketua Tim Operasi Kembar Siam, Eko Sulistijoko, menyatakan bahwa setelah operasi pemisahan perut, kondisi bayi kembar siam tersebut sudah stabil dan tidak lagi dalam keadaan kritis. Oleh karena itu, tim medis memutuskan untuk mengizinkan mereka pulang.

Eko menjelaskan, “Setelah dirawat selama 10 hari sejak operasi pemisahan, bayi kembar siam Aliyah dan Aisyah sekarang dalam kondisi stabil dan normal, sehingga tim operasi kembar siam memutuskan bahwa mereka boleh pulang hari ini.”

Meskipun mereka telah pulang, tim medis akan tetap memantau perkembangan tumbuh kembang kedua bayi tersebut.

Operasi pemisahan kembar siam ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di RSSA Kota Malang. Operasi pemisahan omphalofagus (dempet di bagian dada dan perut) pada Aliyah dan Aisyah dilakukan oleh tim medis RSSA Malang dengan bantuan tim medis Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya pada Sabtu (12/8/2023). Operasi tersebut hanya memakan waktu 1 jam untuk memisahkan tubuh kedua bayi tersebut.

Direktur RSSA Malang, dr. Bachtiar Budianto, merasa bersyukur atas keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siam Aliyah dan Aisyah. Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas doanya dan bersyukur bahwa proses pemisahan dan perawatan kedua bayi tersebut berhasil dilakukan dalam waktu 10 hari.

Proses operasi pemisahan bayi kembar siam ini berlangsung sangat cepat dan berhasil, bahkan kedua liver bayi kembar siam tersebut juga telah kembali normal. Ibu bayi kembar ini merupakan pasien rujukan dari RSUD Bangil dan kondisi kembar siam ini telah dikenal oleh tim medis melalui USG saat usia kandungan 7 bulan hingga mereka lahir pada 15 September 2022.***