Malang, 4 Oktober 2023 – Sebuah video yang menampilkan sepasang kekasih yang terlibat dalam perilaku mesum di Taman Bunga Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, viral di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan seorang pria mengenakan jaket hoodie hitam dan seorang wanita dengan jaket hoodie krem tengah bercumbu tanpa memedulikan lingkungan sekitar.
Video ini terekam oleh seorang pengendara motor yang melintas di Jalan Mertojoyo Selatan, di depan Taman Bunga Merjosari.
Meskipun belum dapat dipastikan kapan rekaman tersebut dibuat, kejadian ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat.
Menanggapi insiden ini, Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat, segera memberikan respons. Untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya meningkatkan patroli ketertiban umum.
“Kami akan melakukan patroli lebih intensif untuk mencegah kejadian serupa agar tidak terulang kembali,” ungkap Rahmat Hidayat.
Dia mengakui bahwa Taman Bunga Merjosari dan Taman Singha Merjosari seringkali menjadi tempat bagi pasangan muda untuk berkumpul.
Pihak Satpol PP sudah beberapa kali menindak pasangan yang melakukan perilaku asusila, seperti berciuman dan perilaku tidak senonoh lainnya.
Rahmat Hidayat menekankan bahwa mayoritas pelanggar adalah anak muda, termasuk mahasiswa dan pelajar. Terhadap pasangan yang ditangkap, mereka diberikan pembinaan.
“Pasangan kekasih yang ditindak, kami bawa ke kantor Satpol PP Kota Malang. Setelah itu, kami berikan pembinaan, dan bagi yang di bawah umur, kami hubungi orang tua mereka,” jelasnya.
Rahmat Hidayat berharap agar pengunjung Taman Bunga Merjosari dan Taman Singha Merjosari dapat bersikap sopan dan tidak mengganggu ketertiban umum. Satpol PP akan meningkatkan patroli keamanan untuk menjaga kenyamanan para pengunjung dan mencegah terjadinya insiden serupa.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para remaja dan anak muda, untuk menjaga norma-norma kesopanan di tempat umum. Perilaku asusila di tempat umum dapat mengganggu kenyamanan orang lain dan dapat berdampak negatif terhadap citra Kota Malang.***







