Malang, Zona Malang – Kabupaten Malang terus menunjukkan prestasi dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas bawang merah. Melalui program UPLAND (The Development of Integrated Farming System in Upland Areas), Pemerintah Kabupaten Malang berhasil membangun sentra pembibitan bawang merah yang dilengkapi dengan infrastruktur modern.
Plt. Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH.MH, menyatakan bahwa proyek UPLAND di Kabupaten Malang telah dilaksanakan sejak 2021 dan akan berlangsung hingga 2024. Pelaksanaan proyek ini melibatkan kolaborasi dengan Kementerian Pertanian RI, serta lembaga internasional seperti IFAD dan ISDB.
“Program UPLAND di Kabupaten Malang sudah mulai dilaksanakan pada tahun 2021 hingga tahun 2024 sekarang. Sampai dengan saat ini, proyek ini telah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan Perjanjian Hibah Daerah (PHD) yang telah disepakati bersama,” jelas Pak Didik.
Program UPLAND di Kabupaten Malang terfokus pada tiga desa, yaitu Desa Pujon Kidul, Desa Ngabab, dan Desa Purworejo. Komoditas unggulan yang dibudidayakan adalah bawang merah varietas Batu Ijo.
Berkat program ini, produktivitas dan pendapatan petani bawang merah di Kabupaten Malang mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2023, rata-rata produksi bawang merah mencapai 10-12 ton per hektar, dengan pendapatan berkisar Rp 230 juta hingga Rp 276 juta per hektar.
“Melihat berbagai peningkatan yang telah tercapai, Pemerintah Kabupaten Malang tentu optimis bahwa ke depan, komoditas bawang merah di Kabupaten Malang dapat mewarnai kebutuhan pasar dalam lingkup lokal, regional, hingga nasional,” ungkap Pak Didik.
Selama pelaksanaan program UPLAND di Kabupaten Malang, dengan nilai PHD total Rp 39,294 miliar, telah direalisasikan dan dilakukan reimbursement sebesar Rp 36,398 miliar atau 93% dari total anggaran.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Malang berharap dapat mendorong semangat dan motivasi dari seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan program UPLAND secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh petani dan masyarakat secara lebih luas.







