Zona Malang – Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang yang tepatnya ada di Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1). Peresmian ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan unggulan nasional sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia berbasis sains, teknologi, dan kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kemajuan bangsa ditentukan oleh kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. “Hanya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kita dapat mencapai tingkat peradaban yang tinggi. Dengan demikian kita dapat memberi kesejahteraan kepada rakyat Indonesia serta memperbaiki kualitas hidup rakyat Indonesia. Pendidikan adalah instrumen pembangunan, instrumen kesejahteraan, instrumen demokrasi,” tegasnya.
Prabowo menjelaskan bahwa SMA Taruna Nusantara didirikan untuk menjaring putra-putri terbaik bangsa dengan kapasitas akademik unggul, agar dibina secara optimal menjadi kader bangsa yang patriotik, berkarakter kuat, dan siap menjadi pemimpin di berbagai bidang.
Lebih lanjut, Presiden menyoroti pentingnya memperluas akses sekolah unggulan secara nasional. Selain SMA Taruna Nusantara, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan sekolah baru bertajuk SMA Garuda, yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). “Kita akan menambah sekitar 20 sekolah yang kita beri nama SMA Garuda,” ungkap Prabowo.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, bersama Wakil Menteri Stella Cristie, mendampingi Presiden dalam peresmian tersebut. Brian menegaskan bahwa SMA Garuda berdiri di atas tiga pilar utama: penyeimbang akses bagi seluruh anak bangsa agar dapat berprestasi, inkubator pemimpin untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 terutama di bidang sains dan teknologi, serta pendidikan berkualitas yang menyatu dengan pengabdian masyarakat.
Program SMA Garuda menjadi bagian dari strategi nasional dalam mempercepat kebangkitan kepemimpinan dan memperkuat daya saing bangsa melalui pendidikan berbasis sains dan teknologi.
Kebijakan ini sejalan dengan arah Diktisaintek Berdampak, yang menekankan keterkaitan erat antara pendidikan menengah unggulan, pendidikan tinggi, riset, dan inovasi untuk menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan nasional.
Keterlibatan Kemdiktisaintek dalam peresmian SMA Taruna Nusantara Malang sekaligus menjadi simbol komitmen negara menjadikan pendidikan sebagai instrumen pembangunan, kesejahteraan, dan pengentasan kemiskinan. Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan tinggi, sains, dan teknologi akan terus didorong sebagai penggerak utama kemajuan Indonesia.







