Heboh Cerita Wanita Terjebak dalam Sekte Pengabdi Setan di Kota Malang, Kepolisian Akan Selidiki

Malang, 16 Januari 2024 – Jagat maya dihebohkan dengan cerita mengejutkan seorang wanita yang mengaku terjebak dalam sebuah sekte pengabdi setan di Kota Malang. Kabar ini tersebar melalui konten YouTube yang diunggah oleh pengguna dengan nama Siska, dalam video berjudul ‘Viralkan !! Sekte Pemuja Setan Ada di Kota Malang ??’ di channel Lonceng Mystery.

Dalam video viral itu , Siska menceritakan pengalaman tidak mengenakkan yang dialaminya pada tahun 2014. Saat itu, sebagai seorang mahasiswa yang ingin mengisi waktu luang dengan bekerja, dia bergabung dengan sebuah yayasan atas ajakan seorang teman. Awalnya, semuanya berjalan normal tanpa kecurigaan.

Namun, keanehan muncul ketika Siska menerima upah yang dianggapnya tidak wajar. Upah tersebut jauh lebih besar dari yayasan sejenis. Khawatir terjadi kesalahan dalam penghitungan upahnya, Siska mencoba berbicara dengan Ketua Yayasan.

Pertemuan dengan Ketua Yayasan memunculkan keganjilan. Acara seminar yang diadakan pada pukul 23.00 WIB, suasana aneh sejak memasuki gerbang dengan lilin-lilin menyala, dan kehadiran patung yang mirip Baphomet membuat Siska dan teman-temannya merasa tidak nyaman.

Meski mereka mencoba meninggalkan acara lebih awal, kejadian aneh terus terjadi. Siska mengalami kejadian mengerikan di rumahnya dan hampir menjadi korban kecelakaan. Temannya yang mengajak masuk ke yayasan itu juga meninggal tak lama setelah kejadian tersebut.

Siska menyampaikan bahwa setelah acara tersebut, Ketua Yayasan memiliki dokumen lengkap tentang dirinya dan teman-temannya, dan mereka dianggap tumbal oleh sekte tersebut.

Menanggapi cerita ini, Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait konten tersebut.

Cerita Siska menciptakan kehebohan di kalangan netizen, terutama mereka yang berdomisili di Kota Malang. Pendalaman dari pihak kepolisian diharapkan dapat memberikan klarifikasi dan menjelaskan apakah kejadian tersebut benar-benar terjadi atau merupakan bagian dari cerita fiksi.

Menanggapi cerita Siska tentang peristiwa yang dia alami pada 2014 yang berpotensi meresahkan masyarakat itu, kepolisan di Kota Malang telah menyatakan akan melakukan pendalaman.

“Kita masih mendalami adanya konten tersebut,” tegas Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto ketika dihubungi detikJatim.***