Klarifikasi Hoaks, Pria Asal Singosari Malang Mengaku Dibegal, Ternyata Bohong Demi Alasan Ini

Kabupaten Malang, Zona Malang – Kabar begal yang beredar di media sosial Kota Malang, ternyata merupakan hoaks setelah polisi melakukan penyelidikan. Muhammad Syukron, pria yang mengaku menjadi korban begal di Jalan Ranugrati dekat SPBU Sawojajar, Kota Malang, mengakui kebohongannya dalam sebuah video klarifikasi.

Kronologi Kejadian:
Awalnya, informasi tentang begal ini menyebar di media sosial setelah Syukron menceritakan kejadian tersebut. Namun, setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa cerita begal tersebut hanyalah rekayasa dan kebohongan dari pria tersebut.

Motif Kebenaran:
Muhammad Syukron, yang merupakan warga Tumapel, Kecamatan Singosari dalam klarifikasinya, mengungkapkan bahwa ia membuat cerita begal tersebut untuk menutupi kekurangannya kepada istrinya. Saat itu, dia memiliki keperluan untuk membayar utang kepada temannya dan tidak memiliki uang. Dengan alasan tersebut, dia menghubungi istrinya, berbohong bahwa dia menjadi korban begal, dan meminta bantuan keuangan.

Klarifikasi Syukron:
“Saat itu saya ke situ memang ada keperluan hendak membayar utang ke teman saya. Waktu itu karena saya sudah ditagih dan saya nggak punya uang sama sekali, di dompet, di saku maupun di ATM. Kemudian saya inisiatif telepon ke istri dengan harapan istri saya segera membantu saya mentransfer sejumlah uang untuk membayar utang,” jelas Syukron dalam video klarifikasinya.

Permohonan Maaf dan Imbauan:
Syukron menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Malang atas perbuatannya yang telah membuat resah. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak gegabah dalam menyebarkan informasi di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Respons Kepolisian:
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdianto, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian segera bergerak setelah menerima informasi terkait aksi begal di media sosial. Namun, setelah penyelidikan, fakta menunjukkan bahwa cerita begal tersebut tidak benar dan merupakan upaya Syukron untuk menutupi kekurangannya terhadap istrinya.

“Informasi itu hoaks. Kita dapat informasi hari Jumat (19/1) ada unggahan yang menyampaikan jika ada korban aksi begal di dekat pom bensin Jalan Ranugrati. Kita telusuri dan mendapatkan alamat yang bersangkutan (Syukron) di Singosari,” ungkap Ipda Yudi.***