Kalah Mabar, Pemuda di Malang Perang Sarung dengan Sajam di Diamankan Polisi dan Warga

Polsek Lowokwaru Polresta Malang Kota bersama warga berhasil menggagalkan rencana tawuran yang berkedok perang sarung puluhan pemuda di Kelurahan Tunjungsekar pada Rabu (13/03) malam.

Dalam kejadian ini, dua dari 14 pelaku perang sarung berhasil diamankan, di antaranya seorang remaja berinisial RE (17) yang kedapatan membawa sajam, dan RF (16) yang membawa besi yang dililitkan sarung untuk senjata perang sarung.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anton Widodo, menjelaskan bahwa kronologi penangkapan RE dimulai ketika warga melihat sekumpulan remaja di Balai RW 03, Kelurahan Tunjungsekar.

Ketika dihampiri, kelompok tersebut berusaha melarikan diri, tetapi dua di antaranya, termasuk RE, berhasil diamankan dan warga segera menghubungi pihak kepolisian.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap kendaraan dan ponsel mereka, petugas menemukan senjata tajam jenis parang dan potongan besi yang terbungkus sarung di salah satu jok motor.

Motif dari rencana perang sarung ini bermula dari dendam RE terhadap PT yang melakukan perundungan terhadap GT saat bermain game Free Fire (FF).

RE kemudian menemui PT untuk klarifikasi, namun malah ditantang untuk perang sarung di area Futsal Kampus Widyagama pada Rabu (13/03) sekitar pukul 20.00 WIB.

Melihat lawannya yang berpostur besar, RE kembali ke rumah untuk mengambil sajam dan besi yang dililitkan di sarung untuk jaga-jaga.

RE dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman pidana penjara 1 tahun 4 bulan.

Sedangkan 12 remaja lain yang terlibat dalam perang sarung akan mendapat pengawasan dan pembinaan baik dari kepolisian, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sekitar.

Mereka akan diberikan pembinaan serta sanksi berupa membersihkan masjid dan pondok Ramadhan.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Kompol Anton mengajak masyarakat untuk tidak segan melaporkan jika mengetahui adanya aksi perang sarung atau tindakan kekerasan lainnya.

Dengan demikian, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah dan kamtibmas dapat tetap terjaga dengan baik di wilayah tersebut.