Identitas Mayat di Singosari, Malang Terungkap, Ditemukan Obat Disekitar Jasad Korban

Kepolisian Resor Malang, bagian dari Polda Jawa Timur, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan mayat di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Kamis (21/3/2024). Seorang pria paruh baya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam rumahnya.

Ipda Dicka Ermantara dari Kasihumas Polres Malang membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan telah memulai penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

“Kami telah melakukan olah TKP terkait penemuan mayat seorang pria di Kecamatan Singosari dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Ipda Dicka Ermantara saat dikonfirmasi di Polres Malang, pada Jumat (22/3).

Ipda Dicka menjelaskan bahwa mayat pria tersebut ditemukan di ruang tengah rumah dalam keadaan duduk di kursi. Identitas jasad tersebut diungkap sebagai JP (54), warga Perum Puri Kendedes, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari. Di samping jasad, ditemukan juga bungkusan plastik berisi berbagai macam obat-obatan.

“Pria itu ditemukan di ruang tengah rumahnya dalam keadaan duduk,” jelasnya.

Penemuan jasad pria ini dimulai dari seorang saksi tetangga yang tinggal di sebelah rumah korban, pada Kamis (21/3) sekitar pukul 08.30 WIB. Saksi mencium bau tidak sedap yang diduga berasal dari sebelah rumahnya.

Setelah melihat dari celah angin, saksi mengetahui jasad korban dalam keadaan sudah meninggal dunia. Tanpa berlama-lama, saksi segera menghubungi ketua RT dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Singosari.

Bersama warga lainnya, polisi kemudian mendobrak paksa pintu rumah korban yang terkunci dari dalam.

“Saat ditemukan, jasad tersebut sudah mengalami pembengkakan. Pada saat olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad,” tambahnya.

Ipda Dicka menyebut bahwa saat proses evakuasi, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan prosedur penanganan oleh pihak kepolisian. Hal ini disebabkan karena korban memiliki riwayat sakit kanker dan sering mengkonsumsi obat-obatan medis untuk meredakan penyakitnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Kasus tersebut telah ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Singosari.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus penemuan mayat ini untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya,” pungkasnya.

Penemuan mayat ini menimbulkan keprihatinan di masyarakat sekitar, dan penting bagi pihak berwenang untuk menyelesaikan penyelidikan dengan cepat dan tepat guna menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Semoga kasus ini segera terungkap dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.