Balita 4 Tahun Hanyut di Sungai Brantas Jodipan Malang Saat Cuci Tangan! Pencarian Terus Dilakukan

Sebuah tragedi gegerakn Kelurahan Jodipan, Kota Malang, dengan tenggelamnya seorang balita berusia empat tahun di Sungai Brantas pada Sabtu (23/3/2024). Balita malang tersebut dikenal dengan nama Kurt Cobain, atau yang akrab disapa Aro. Kejadian tragis ini terjadi di RW 12/RT 6, Kelurahan Jodipan, Kota Malang.

Aro, seperti biasa, tengah asyik bermain di sekitar sungai bersama temannya. Namun, saat bermain gundukan tanah di tepi Kali Brantas, nasib tragis menimpanya. Setelah bermain, Aro mencuci tangannya di sungai, namun sayangnya, ia terjatuh ke dalam sungai akibat posisi daratan yang terlalu tinggi dari permukaan air.

Sigit, paman korban, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian tersebut, ia hendak mengajak Aro naik sepeda motor menuju rumah temannya, namun rencana itu digagalkan oleh sang ibu. Maka, Aro pun bermain dengan temannya di sekitar sungai.

Peristiwa tenggelamnya Aro diperkirakan terjadi sekitar pukul 12 siang, sedangkan proses pencarian korban masih berlangsung hingga pukul 15.30.

Menurut Sigit, Aro adalah anak bungsu dari empat bersaudara dan saat kejadian, Aro belum bersekolah. Dia juga menyoroti kurangnya fasilitas di sekitar perkampungan, di mana anak-anak seringkali bermain di pinggir sungai karena tidak adanya taman bermain atau lapangan yang aman.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Jodipan, Aiptu Hendri, menjelaskan bahwa sejumlah tim relawan, termasuk dari PMI, BPBD, dan relawan lainnya, telah dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap korban. Pencarian dilakukan dengan menyisir sungai hingga ke bawah lebih dari 1 Km, namun hingga saat ini, Aro belum juga ditemukan.

Kurangnya fasilitas publik seperti taman bermain dan lapangan di sekitar perkampungan menjadi perhatian serius, karena hal ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan atau bahaya bagi anak-anak yang sering bermain di lingkungan sungai.

Warga diharapkan untuk lebih waspada terhadap bahaya di sekitar sungai dan pihak terkait diminta untuk memperhatikan kebutuhan akan fasilitas publik yang aman bagi anak-anak.

Pencarian terhadap Aro terus dilakukan dengan harapan bahwa balita malang ini segera ditemukan dan dapat diselamatkan dari bencana yang menimpanya.

Semua pihak, baik dari petugas pencari, relawan, maupun masyarakat sekitar, berharap agar korban segera ditemukan dan kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang.