Polres Malang Dalami Kasus Perampokan dan Pembunuhan di Pakis Malang, 12 Saksi Diperiksa

Malang, Jawa Timur – Polres Malang tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kasus perampokan yang terjadi di Jalan Anggodo 2A, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Donny Kurniawan, S.H., M.H., mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa 12 saksi untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.

“12 saksi yang dimintai keterangan meliputi keluarga korban, tetangga sekitar rumah korban, dan beberapa orang yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut,” ujar Donny.

Donny menambahkan, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya gagang pisau dalam kondisi patah, mata pisau, baju korban meninggal, dan sepasang sendal karet.

“Barang bukti tersebut akan kami periksa dan analisa lebih lanjut untuk membantu proses penyelidikan,” imbuhnya.

Donny menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secepatnya dan menangkap para pelaku.

“Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar proses penyelidikan ini berjalan lancar dan para pelaku dapat segera dihukum,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi perampokan dan pembunuhan di wilayah Wendit Timur, Pakis Malang yang membuat salah satu korban tewas dengan pisau menancap di leher.

Kejadian ini membuat gempar warga sekitar, lantaran terjadi saat warga sedang menjalankan shalat Tarawih.

Polisi sedang serius menyelidiki kasus ini untuk mengungkap siapa pelaku dan motifnya, sementara korban selamat sedang menjalani perawatan insentif di rumah sakit RSSA Malang.

Fakta-fakta penting:

  • Perampokan terjadi di Jalan Anggodo 2A, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
  • Korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
  • 12 saksi telah diperiksa, termasuk keluarga korban, tetangga, dan orang-orang yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.
  • Barang bukti yang diamankan: gagang pisau patah, mata pisau, baju korban, dan sepasang sendal karet.
  • Polres Malang berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secepatnya dan menangkap para pelaku.