Polisi di Malang berhasil tangkap dua orang yang dicurigai mencuri dengan kasar di Desa Mangliawan, Malang. Kedua orang itu bersaudara.
Wakapolres Malang, Kompol Imam Mustolih, bilang tangkapan itu beneran terjadi. Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang berhasil tangkap kedua orang itu pada Minggu malam, tanggal 31 Maret 2024.
Siapa kedua tersangka itu? Mereka itu kakak beradik, MWH (29), dan MIF (28), dari Dusun Wendit Timur, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Malang. Sekarang mereka jadi tersangka dan ditahan buat diusut lebih lanjut.
“Mereka itu punya rumahnya deket banget sama rumah korban,” kata Wakapolres Malang dalam acara di Polres Malang, Rabu, tanggal 3 April.
Gimana ceritanya? Awalnya, pada Jumat, 22 Maret 2024, di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Malang, ada laki-laki yang mati di tempat tidurnya, namanya AG (60). Pas ditemuin, ada pisau masih nancap di belakang leher dan pundaknya.
Ada juga seorang wanita bernama ES (69), luka memar di wajahnya. Barang-barang milik korban juga raib dari rumahnya.
Polisi yang ngecek itu berhasil temuin orang yang nyuri dan ngegas rumah korban. Sampe Sabtu, tanggal 30 Maret, mereka tangkep para pelaku dan dapetin barang-bukti yang terkait sama kejahatan itu.
“Dari hasil pemeriksaan, ketahuan nih cara kerja para tersangka. Mereka masuk ke rumah korban kalo sepi, lewat pagar dan pintu samping yang gak dikunci. Tapi korbannya ngelawan jadi akhirnya ketauan deh,” kata polisi.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat, ceritain kalo dua tersangka ini udah survey tempat-tempat yang bakal mereka gas. Mereka cari tempat yang sepi, tempatnya tinggalnya cuman lansia aja, jadi mereka pikir gampang buat nyolong.
Mereka berhasil ngegas uang tunai sekitar Rp 700 ribu sama satu ponsel. Alasannya? Mereka butuh duit buat bayar hutang sama biaya nikahan.
“Mereka mau nikah, tapi hutangnya masih banyak, kira-kira 5 jutaan. Buat kebutuhan sehari-hari aja,” tambahnya.
Nah, dua-duanya ini kena Pasal 365 ayat (1), ayat (2) angka 1, 2, dan 3, ayat (3), dan ayat (4) KUHP tentang pencurian sama kekerasan atau Pasal 351 ayat (1), ayat (3) tentang penganiayaan yang bikin orang mati. Ancaman hukumannya bisa penjara seumur hidup atau maksimal dua puluh tahun.






