Lansia Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Lesti, Diduga Depresi

Malang, 20 Mei 2024 – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) berusia 64 tahun, Sanimah, ditemukan tewas mengapung di Sungai Lesti, Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Kejadian ini terjadi pada Senin (20/5/2024) dan telah mengejutkan warga setempat.

Menurut Kapolsek Gedangan, AKP Indra Subekri, korban merupakan warga Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. “Korban ditemukan pada sore hari sekitar pukul 14.40 WIB, namun laporan baru masuk ke Polsek sekitar pukul 18.03 WIB,” ujar kepada awak media Selasa (21/5/2024).

Indra menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh Mahmudi (36), seorang warga Desa Clumprit. Mahmudi melihat tubuh Sanimah mengapung di tepi Sungai Lesti. Setelah menemukan jenazah, Mahmudi segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pagelaran. Namun, setelah petugas tiba di lokasi, diketahui bahwa tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah Kecamatan Gedangan.

“Kami menerima laporan dari Polsek Pagelaran dan segera menuju lokasi untuk melakukan olah TKP,” jelas Indra lebih lanjut.

Setelah melakukan olah TKP, identitas korban berhasil diketahui. Keluarga korban mengonfirmasi bahwa pakaian yang dikenakan oleh Sanimah saat ditemukan adalah pakaian yang sama ketika ia meninggalkan rumah empat hari sebelumnya. Pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa mereka telah berupaya mencari Sanimah selama empat hari terakhir.

Tragisnya, Sanimah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Sungai Lesti. “Menurut informasi dari keluarga, korban mengalami depresi akibat masalah keluarga,” kata Indra menambahkan.

Latar Belakang Kejadian

Depresi memang menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang serius dan sering kali tidak disadari oleh lingkungan sekitar. Dalam kasus Sanimah, diketahui bahwa ia mengalami tekanan mental yang cukup berat. Keluarga korban mengungkapkan bahwa masalah keluarga menjadi penyebab utama depresi yang dialami oleh Sanimah.

Kepergian Sanimah selama empat hari sebelum ditemukan tewas juga menambah keprihatinan. Pihak keluarga telah melakukan pencarian intensif namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya tubuh Sanimah ditemukan mengapung di Sungai Lesti. Situasi ini menambah duka bagi keluarga yang telah berupaya mencari dan berharap menemukan Sanimah dalam kondisi selamat.

Tindakan Kepolisian

Setelah mendapatkan laporan, kepolisian bergerak cepat untuk melakukan investigasi di TKP. Kapolsek Gedangan, AKP Indra Subekri, memastikan bahwa pihaknya melakukan olah TKP dengan teliti untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai kejadian ini.

“Kami berkoordinasi dengan Polsek Pagelaran setelah menerima laporan. Setibanya di lokasi, kami segera melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti dan informasi terkait kejadian,” jelas Indra.

Hasil olah TKP mengonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ini menguatkan dugaan bahwa kematian Sanimah murni akibat kecelakaan yang mungkin terjadi saat ia sedang mengalami kondisi depresi.

Perlunya Kesadaran Akan Kesehatan Mental

Kasus kematian Sanimah menjadi pengingat penting akan perlunya perhatian dan kesadaran lebih terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan lansia. Masalah kesehatan mental sering kali tersembunyi dan tidak mendapatkan penanganan yang memadai, yang dapat berujung pada tragedi seperti ini.

Masyarakat diharapkan lebih peka terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar mereka, terutama mereka yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau stres berat. Dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sangat diperlukan untuk membantu mereka yang mengalami masalah mental agar mendapatkan bantuan yang tepat.

Selain itu, penting juga untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental dan memperkuat edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental. Ini termasuk menyediakan layanan konseling dan terapi yang mudah diakses oleh semua kalangan.

Penutup

Kematian Sanimah adalah sebuah tragedi yang menyentuh hati banyak orang. Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan dukungan sosial bagi mereka yang membutuhkannya. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.

Kita semua memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan mendukung, agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.