Zona Malang – Pada Selasa malam, 21 Mei 2024, sebuah kecelakaan tragis melibatkan bus pariwisata terjadi di jalan Tol Jombang – Mojokerto. Bus yang membawa rombongan dari SMP PGRI Wonosari Malang mengalami kecelakaan di Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, Jombang, sekitar pukul 23.45 WIB. Kecelakaan ini melibatkan bus pariwisata dan sebuah truk yang mengangkut gerabah.
Kronologi Kecelakaan Bus SMP PGRI 1 Wonosari
AKP Yudhiono, Kanit 3 PJR Polda Jatim, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh kelalaian sopir bus pariwisata. Bus yang dikemudikan oleh Yanto (32), warga Gembongan, Ponggok, Blitar, sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Malang. Bus bernomor polisi Bimorio W-7422-UP melaju ke arah timur melalui jalur A di tol tersebut.
Penyebab Kecelakaan
Diduga, Yanto mengemudikan bus dalam keadaan mengantuk sehingga kehilangan kendali pada setir. Ketika mencapai KM 695.400 A di kawasan jalan Tol Jombang, bus tersebut sempat oleng dan akhirnya menghantam truk dengan nomor polisi N 9674 UH yang berjalan lambat di lajur kiri.
Tabrakan itu menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan dan belakang bus, bahkan bagian depan bus menancap di bagian belakang truk. Akibat dari kecelakaan ini, belasan orang dilaporkan mengalami luka-luka dan dua orang meninggal dunia.
Identitas Korban
Korban tewas dalam kecelakaan ini adalah Edy Crisna Handaka (62), seorang guru dari SMP PGRI Wonosari Malang, dan Edy Sulistiyono (46), kenek bus yang merupakan warga Blitar.
Dampak dan Tindakan Lanjutan
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus pariwisata. Kecelakaan ini juga menyoroti pentingnya kewaspadaan dan keselamatan dalam berkendara, terutama bagi pengemudi yang bertanggung jawab atas keselamatan penumpang.
Tim gabungan dari kepolisian dan pihak terkait segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban dan mengatur lalu lintas yang sempat terganggu akibat kecelakaan ini. Proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan dengan cepat untuk meminimalkan dampak lebih lanjut dari insiden tersebut.
Reaksi dan Tanggapan
Kecelakaan ini mengundang reaksi dari berbagai pihak, termasuk para orang tua siswa yang ikut dalam rombongan tersebut. Pihak sekolah dan keluarga korban menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang terjadi. Pemerintah daerah juga diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap operator bus pariwisata dan memastikan sopir berada dalam kondisi prima saat mengemudikan kendaraan.
Kesimpulan
Tragedi kecelakaan di Tol Jombang ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara, terutama bagi kendaraan yang membawa penumpang dalam jumlah besar. Diharapkan kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan di masa mendatang.






