Tragis, Pekerja Migran Indonesia asal Malang Tewas Tenggelam di Pantai Nomi, Jepang

Zona Malang – Erik Kurniawan, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Malang berusia 23 tahun, ditemukan tewas setelah tenggelam di Pantai Nomi, Ishikawa, Jepang, pada Sabtu sore (29/6). Erik dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berenang bersama dua rekannya.

Kronologi Kejadian

Dalam pemaparan kronologi kejadian ini. Salah satu saksi mata, Sandi Frimansyah, yang juga merupakan rekan korban, memberikan keterangan melalui temannya, Debi Purwanto (42). Debi menjelaskan bahwa pada hari kejadian, Erik, Sandi, dan seorang teman lain pergi berenang di Pantai Nomi. Mereka tinggal bersama di satu apartemen di Jepang.

“Jadi berenang bertiga di Pantai Nomi. Erik memang tidak begitu bisa renang. Entah bagaimana, tiba-tiba Erik terseret ombak sekitar jam 5 sore,” kata Debi saat dihubungi oleh detikJatim pada Minggu (30/6/2024).

Upaya Pencarian

Setelah terseret ombak, Erik hilang dari pandangan. Rekan-rekannya yang panik segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Polisi setempat segera datang dan memulai pencarian.

“Saat itu korban hilang dan dilakukan pencarian. Kemudian sekitar jam 8 malam Erik berhasil ditemukan namun dalam keadaan tidak bernyawa. Jenazahnya dibawa ke salah satu rumah sakit di Ishikawa,” ungkap Debi.

Latar Belakang Korban

Erik dan Sandi bekerja sebagai pekerja migran di bidang pengelasan di Jepang. Erik telah bekerja di Jepang sebanyak dua kali, pertama kali selama tiga tahun dan yang kedua selama delapan bulan. Kepergian Erik ke Jepang merupakan upaya untuk mencari penghidupan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarganya.

Proses Pemulangan Jenazah

Saat ini, proses pemulangan jenazah Erik masih berlangsung. Pihak-pihak terkait di Jepang dan Indonesia sedang berkoordinasi untuk memastikan jenazah Erik dapat segera dipulangkan ke tanah air.

Bantuan dari berbagai pihak sangat diperlukan dalam situasi ini untuk mempercepat proses dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi oleh pekerja migran di luar negeri, baik dari segi pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

Penting bagi pekerja migran untuk selalu waspada dan berhati-hati, serta memastikan mereka memiliki keterampilan yang cukup untuk menghindari situasi berbahaya. Kejadian ini juga menekankan pentingnya dukungan dari komunitas pekerja migran untuk saling menjaga dan membantu dalam keadaan darurat.