Air Sungai di Kidal Tumpang Malang Berwana Merah, Bau Amis dan Wangi Dikaitkan dengan Malam 1 Suro?

MALANG, Zona Malang – Air sungai di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, secara tiba-tiba berubah warna menjadi merah, memicu kehebohan di media sosial. Fenomena ini pertama kali terlihat pada Sabtu (6/7/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

Yudianto (45), seorang warga Dusun Krajan, Desa Kidal, adalah salah satu yang pertama kali menyadari perubahan warna air sungai tersebut. “Awalnya, kami menganggap perubahan warna itu biasa saja. Namun, sekitar pukul 14.30, saya bersama beberapa orang lainnya mulai menyusuri sungai,” kata Yudianto pada Minggu (7/7/2024).

Menurut Yudianto, sumber air merah itu tidak jauh dari Tugu Bambu Kidal. “Saya meminta teman saya untuk naik dan melihat apa yang terjadi. Ternyata sumber keluarnya air merah ada di sini,” tambahnya.

Fenomena yang tidak biasa ini segera diabadikan oleh Yudianto dalam sebuah video yang kemudian ia bagikan di grup WhatsApp. Kabar ini dengan cepat menyebar, viral dan menarik perhatian banyak warga yang penasaran dan datang berbondong-bondong ke lokasi sumber air untuk menyaksikan fenomena langka tersebut.

“Sejak Sabtu malam, banyak warga datang ke lokasi setelah video itu dibagikan di WhatsApp dan Facebook. Antusiasme warga tinggi, bahkan sampai pagi hari,” ungkap Yudianto.

Saat media mendatangi lokasi, air sungai tersebut telah kembali ke warna aslinya, meskipun masih terlihat sisa-sisa warna merah yang memudar. Yudianto menuturkan bahwa perubahan warna air ini mulai memudar sejak Sabtu malam hingga pukul 02.00 WIB, dan warna air berangsur kembali normal.

Meskipun warna air telah memudar, belasan warga masih terus datang untuk melihat langsung sumber mata air. Beberapa di antaranya bahkan membawa botol untuk mengambil air dari lokasi tersebut.

“Pukul 02.00, air sudah mulai memudar, berubah menjadi agak pink. Bagian bawah sungai sudah mulai bening,” ujar Yudianto.

Namun, beberapa netizen mengaitkan fenomena warna sungai merah di Tumpang ini merupakan bagian dari fenomena mistis di malam 1 Suro, pada kalender Jawa atau malam 1 Muharram pada kalender Hijriyah, penanggalan Islam.

Penyebab perubahan warna air sungai ini masih menjadi misteri. Meskipun sudah dilakukan penyelidikan sederhana dengan mengaduk-aduk air di sekitar sumber menggunakan bambu, tidak ditemukan apa-apa. “Dari hulu air tetap bening, hanya di sumber ini yang berubah warna,” pungkas Yudianto.

Fenomena ini menjadi perhatian banyak pihak dan masih menyisakan pertanyaan tentang penyebab sebenarnya dari perubahan warna air sungai tersebut.***