Zona Malang, MALANG – Kecelakaan lalu lintas kembali memakan korban jiwa di wilayah Kabupaten Malang. Seorang pelajar SMAN 1 Bululawang meninggal dunia setelah motor yang dikendarainya menabrak bagian belakang truk pengangkut tebu yang sedang parkir di Kecamatan Tajinan, Jumat (2/8/2024) sore.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang, Ipda Joko Taruno, dalam keterangannya kepada Zona Malang pada Sabtu (3/8/2024), mengonfirmasi kejadian tersebut.
“Korban berinisial MRZ (15), warga Dusun Krajan, Desa Jatisari, Kecamatan Tajinan. Ia mengendarai sepeda motor Honda CB150 dengan nomor polisi N-4902-AAE,” ujar Ipda Joko.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 14.15 WIB di Jalan Raya Tangkilsari, Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan. Menurut keterangan saksi mata, truk pengangkut tebu dengan nomor polisi N-8337-UD yang dikemudikan oleh Suhandi (51), warga Jalan Pahlawan Raya, Desa Bululawang, sedang parkir di bahu jalan sebelah utara.
“Korban yang melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan sedang, tampaknya tidak mampu mengendalikan kendaraannya dan menabrak bagian belakang truk dengan cukup keras,” jelas Ipda Joko.
Akibat benturan tersebut, MRZ mengalami luka serius di bagian kepala dan dada. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Panti Nirmala, Kota Malang, untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, beberapa jam kemudian, nyawa MRZ tidak tertolong.
Kasat Lantas Polres Malang, AKP Ariestanto, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP dan mengamankan kedua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.
“Kami sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab kecelakaan ini. Kami juga akan memeriksa kondisi kendaraan dan kelengkapan surat-surat,” tutur AKP Ariestanto.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bululawang, Drs. Suharto, M.Pd., mengungkapkan duka yang mendalam atas meninggalnya salah satu siswa mereka.
“Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. MRZ adalah siswa yang berprestasi dan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Pihak sekolah akan memberikan pendampingan psikologis kepada teman-teman sekelas almarhum,” ujar Suharto.
Data Satlantas Polres Malang menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023, terjadi 237 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Malang, dengan 62 korban meninggal dunia. Angka ini mengalami penurunan sebesar 5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dr. Ari Sandhyavitri, pakar keselamatan lalu lintas dari Universitas Brawijaya, menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran berkendara aman di kalangan remaja.
“Pemerintah daerah perlu meningkatkan program edukasi keselamatan berkendara, terutama di sekolah-sekolah. Selain itu, penegakan hukum dan peningkatan infrastruktur jalan juga harus menjadi prioritas,” papar Dr. Ari.
Polres Malang mengimbau masyarakat, khususnya pengendara muda, untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. Penggunaan helm standar, mematuhi batas kecepatan, dan tidak menggunakan ponsel saat berkendara adalah beberapa hal krusial yang perlu diperhatikan.
Bagi keluarga yang membutuhkan bantuan psikologis pasca kejadian, dapat menghubungi layanan konseling gratis Dinas Sosial Kabupaten Malang di nomor 0341-7076600.
(ZML/ARY)







