Viral! Kasus Kekerasan Mahasiswa Binus Malang: 3 Korban dan Aborsi Paksa

Kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang mahasiswa Universitas Bina Nusantara Malang (Binus Malang) berinisial ROS, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah viral di media…

Zona Malang – Kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang mahasiswa Universitas Bina Nusantara Malang (Binus Malang) berinisial ROS, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. ROS, mahasiswa jurusan Kewirausahaan angkatan 2020, dituduh melakukan kekerasan fisik dan mental terhadap pacarnya serta memaksa korban untuk melakukan aborsi.

Kejadian ini menjadi viral di platform X (dulu Twitter) pada Kamis (3/10/2024) setelah diungkap oleh akun @atalaricc. Akun tersebut membeberkan serangkaian tindakan ROS yang dianggap tidak manusiawi, dengan melibatkan tiga korban berbeda. Unggahan ini memperlihatkan bukti kekerasan, berupa foto luka-luka korban dan tangkapan layar percakapan WhatsApp, yang memperkuat tuduhan.

Menurut unggahan tersebut, kasus kekerasan pertama terjadi ketika ROS masih duduk di bangku SMA. Saat itu, ia memaksa pacarnya untuk melakukan aborsi menggunakan jasa dukun pijat. Kasus kedua melibatkan kekerasan fisik terhadap korban berinisial B. ROS diduga menjambak rambut B dengan kasar ketika korban menolak berhubungan intim. Lebih parahnya lagi, ROS memaksa B untuk menggugurkan kandungan melalui dokter kenalan keluarganya, yang berujung pada pendarahan dan opname di rumah sakit.

Alih-alih bertanggung jawab, ROS justru meninggalkan korban yang sedang dalam kondisi kritis dan bahkan mendoakan agar korban meninggal dunia. Akibat kekerasan ini, B harus menjalani perawatan mental yang intens dan divonis mengalami depresi berat.

Kasus ketiga kembali menyeret ROS ke tuduhan serupa. Korban terbaru dikabarkan juga dipaksa melakukan aborsi dan mengalami keguguran akibat tekanan mental yang diterimanya. Setelah kejadian ini, ROS dilaporkan memutus komunikasi dengan korban yang sedang hamil, menambah penderitaan mental bagi korban.

Unggahan di media sosial tersebut juga menunjukkan bukti percakapan antara korban dan orang tua ROS, di mana keluarga pelaku justru mengejek korban dan menuduhnya hanya mengincar harta. Hal ini semakin memicu kecaman dari warganet yang menganggap tindakan ROS dan keluarganya tidak berperikemanusiaan.

Pihak Universitas Binus Malang pun turut terseret dalam kasus ini. Salah seorang perwakilan kampus, Novi A, yang berhasil dikonfirmasi, menyatakan bahwa pihak kampus akan segera memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini melalui tim Public Relations (PR) mereka. Pernyataan resmi ini diharapkan bisa menjawab pertanyaan publik terkait tindakan yang akan diambil oleh universitas terhadap mahasiswanya yang terlibat dalam kasus kekerasan ini.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap isu kekerasan dalam hubungan, terutama di kalangan anak muda. Dengan adanya tiga korban yang mengalami kekerasan fisik, mental, hingga aborsi paksa, publik berharap adanya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku. Sementara itu, korban yang terlibat diharapkan mendapatkan perlindungan dan bantuan psikologis agar bisa pulih dari trauma yang dialaminya.

Publik kini menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang, baik dari segi hukum maupun sikap resmi dari Universitas Binus Malang terhadap mahasiswanya yang terlibat dalam kasus ini.