Malang, Zona Malang – Kota Malang digemparkan oleh peristiwa tragis yang terjadi di rel kereta api di Jalan Batanghari, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen. Seorang wanita bernama Sriani (55) tewas setelah tertabrak kereta pengangkut BBM milik Pertamina pada Jumat (03/11) pagi. Berdasarkan keterangan saksi, kejadian itu berlangsung sangat cepat, meninggalkan warga sekitar dalam duka dan tanda tanya.
Sugeng (45), salah satu warga sekaligus saksi mata, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, Sriani terlihat duduk di warung dekat rel sekitar pukul 08.15 WIB. Tidak lama kemudian, sebuah kereta api melintas dari arah selatan ke utara.
Namun yang mengejutkan, Sriani tiba-tiba berlari dan duduk di tengah rel. “Sesaat sebelum kereta melintas, dia langsung lari ke rel dan duduk di sana. Tidak ada waktu bagi kami untuk memperingatkan,” tutur Sugeng.
Peristiwa mengenaskan itu terjadi sekitar pukul 08.25 WIB. Tubuh Sriani terseret sejauh 3 meter sebelum kereta berhenti. “Kondisinya parah, terutama di bagian kaki. Namun kepalanya masih utuh sehingga bisa dikenali,” tambah Sugeng dengan nada sedih.
Setelah kejadian, warga langsung menghubungi pihak kepolisian. Tak berselang lama, petugas dari Polsek Klojen bersama tim medis dan ambulans dari Satkom RJT Kota Malang tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah korban. Sriani kemudian dibawa ke Kamar Jenazah RS Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Rampal Celaket, Aiptu Choirul Ichsan, yang turut menangani kejadian ini, menyatakan bahwa identitas korban berhasil diketahui melalui sebuah buku catatan yang ditemukan di dekat lokasi. “Korban tidak membawa kartu identitas. Namun kami menemukan buku catatan yang mencantumkan namanya, Sriani, warga Kelurahan Oro Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang,” ungkap Aiptu Choirul.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan terkait motif di balik aksi tragis Sriani. Pihak kepolisian masih menunggu kehadiran keluarga untuk memberikan keterangan lebih lanjut. “Kami masih menunggu keluarga korban untuk datang ke RSSA. Penyebab pasti kenapa korban melakukan tindakan ini belum bisa dipastikan,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di tengah masyarakat. Dugaan bahwa korban sengaja mengakhiri hidupnya masih menjadi tanda tanya besar bagi warga sekitar dan pihak berwajib yang terus menyelidiki kasus ini.






