Tragis! Dua Jemaah Salat Magrib Tertimpa Tembok di Masjid Al Falah Malang, Satu Tewas

Malang – Sebuah insiden tragis terjadi di Masjid Al Falah, yang terletak di Jalan Raya Gadang No. 461, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, saat dua jemaah salat magrib mengalami luka parah akibat tertimpa tembok keramik. Peristiwa menyedihkan ini terjadi sekitar pukul 17.51 WIB, Rabu malam kemarin, saat jamaah sedang khusyuk melaksanakan ibadah.

Kedua jemaah yang menjadi korban adalah Suwito (64) dan Wiji (65), yang dikenal sebagai muadzin masjid tersebut dan merupakan warga setempat. Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa saat kejadian, keduanya berada di barisan paling depan shalat magrib. Suwito diketahui berada di sebelah kiri Wiji, sementara sejumlah saksi juga hadir di lokasi, termasuk Ruly Kristian dan Ridwan, takmir masjid.

Menurut Kapolsek Sukun, AKP Yoyok Ucuk Suryono, dua potong keramik yang terletak pada tembok atas masjid, dengan ketinggian sekitar dua meter, tiba-tiba terjatuh saat para jemaah mengakhiri rakaat kedua dan bersujud. “Keduanya terkena bagian belakang kepala, mengakibatkan Suwito tak sadarkan diri sedangkan Wiji masih dalam keadaan sadar meski terluka,” ujarnya kepada media.

Begitu mengetahui insiden ini, jemaah lainnya segera bergegas membantu kedua korban dengan mengangkat puing keramik yang jatuh dan segera membawa mereka ke rumah sakit terdekat. Suwito sempat dilarikan ke RSSA Malang sementara Wiji ke RSI Malang, namun sayangnya, nyawa Suwito tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir beberapa jam setelah kejadian itu.

Kami mendengar langsung dari keluarga dan teman dekat bahwa Suwito dikenal sebagai sosok yang disiplin dalam menjalankan ibadah dan sangat aktif di komunitas masjid. Kehilangannya meninggalkan duka mendalam bagi jemaah dan warga sekitar. “Ini adalah kehilangan besar bagi kami semua. Suwito adalah panutan di masjid ini,” ungkap Ridwan, salah satu saksi yang turut merasakan kepedihan yang mendalam.

Kejadian ini telah menarik perhatian pengurus masjid yang segera melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. “Kami telah menghubungi pihak kepolisian dan tim Inafis Polresta Malang Kota untuk melakukan penyelidikan. Kejadian ini tentu menjadi perhatian kami agar tidak terulang di masa depan,” ujar salah satu pengurus masjid.

Tak hanya menjadi sorotan pihak berwajib, insiden ini juga memunculkan kepedulian masyarakat. Diskusi mengenai keselamatan bangunan masjid kini menghiasi percakapan banyak orang, termasuk perlunya pemeriksaan rutin terhadap struktur bangunan masjid agar jemaah dapat beribadah dengan aman.

Dengan demikian, peristiwa ini tidak hanya menyoroti aspek kemanusiaan dan tragedi yang dialami keluarga, tetapi juga mengingatkan kita semua akan pentingnya keselamatan dalam beribadah. Semoga Suwito dapat tenang di tempatnya yang layak, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.