Geger Polisi Tidur di Jalan Terusan Dieng, Malang: Netizen Beri Beragam Kritikan

Kota Malang, 9 Desember 2024 – Keberadaan polisi tidur di Jalan Terusan Dieng, Kecamatan Sukun, Kota Malang, baru-baru ini menjadi sorotan publik di media sosial. Polisi tidur yang dibangun di jalan raya ini menuai kritik tajam dari netizen, yang menilai keberadaannya justru mengganggu kelancaran lalu lintas.

Dalam sebuah unggahan di Facebook oleh pengguna bernama Ivan Permana, terlihat video yang menunjukkan tiga polisi tidur berjajar di jalan tersebut, dilalui oleh pengendara sepeda motor dan mobil. Video ini langsung menarik perhatian banyak pengguna media sosial, yang kemudian melontarkan berbagai komentar mengenai dampak negatif dari keberadaan polisi tidur tersebut.

Di kolom komentar, banyak netizen yang menyampaikan ketidakpuasan mereka. Salah satu komentar yang mencolok datang dari akun Yuyun, yang mempertanyakan, “Baru lewat situ tadi, sejak kapan jalan raya boleh dikasih polisi tidur seperti itu? Mana ada 3 titik pula.” Komentar ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat akan keselamatan dan kenyamanan berkendara di jalan raya.

Sementara itu, akun Dek Trie Woluepitoe juga menambahkan, “Lo gk kurang akeh ta iku kiro2 sak dowone dalan unu lo nanggung nek mung 3 ekor,” yang menunjukkan bahwa banyak yang merasa jumlah polisi tidur yang ada terlalu banyak dan tidak proporsional.

Polisi tidur tersebut diketahui baru dibangun pada Sabtu, 7 Desember 2024. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi jelas mengenai pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan polisi tidur ini. Fredi, seorang juru parkir di Masjid Al Huda yang terletak tidak jauh dari lokasi, mengungkapkan, “Polisi tidur ini dibangun kemarin, cuman gak tau siapa yang bikin.”

Fredi juga menambahkan bahwa banyak pengendara sepeda motor yang merasa kaget saat melintas di area tersebut. Hal ini disebabkan oleh warna polisi tidur yang hitam, yang hampir sama dengan warna aspal jalan, sehingga sulit dikenali. “Hanya saja menurut saya ketinggian, terus kebanyakan, kan ini ada tiga, dua sebenarnya sudah cukup, terus warnanya kan hitam sama kayak aspal, dikira kayak jalan biasa, jadi banyak yang kaget,” ujarnya.

Keberadaan polisi tidur ini, meskipun dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan, justru menimbulkan kebingungan dan ketidaknyamanan bagi pengendara. Warga berharap agar pihak berwenang segera meninjau kembali keberadaan polisi tidur ini agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan keselamatan di jalan raya.

Dengan berbagai kritik yang muncul, diharapkan ada langkah konkret dari pemerintah setempat untuk menangani masalah ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama.