Warga Candirenggo Singosari Suarakan Tolak Segala Aktivitas di Panti Asuhan Insan Kamil Buntut Pelecehan Pengasuh ke Anak Asuh

Singosari, 9 Desember 2024 – Warga RT 05 RW 08 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, melakukan aksi damai dengan memasang banner penolakan terhadap aktivitas Yayasan LKSA R Insan Kamil.

Aksi ini merupakan respons terhadap kegaduhan tentang adanya pencabulan yang dilakukan pengasuh Panti ke anak asuh yang terjadi untuk kedua kalinya di wilayah tersebut, yang dinilai mengganggu ketentraman masyarakat.

Pemasangan banner dilakukan pada Sabtu malam, 7 Desember 2024, sekitar pukul 21.00 WIB, sebagai hasil dari musyawarah warga yang berlangsung pada Kamis, 5 Desember 2024.

Dalam musyawarah tersebut, warga sepakat untuk menyampaikan protes mereka secara damai dengan cara yang sah dan sesuai dengan ketentuan hukum.

Andi, Ketua RT 05 RW 08, menegaskan pentingnya aksi ini sebagai bentuk suara warga. “Pemasangan banner ini adalah hasil musyawarah dan bentuk suara warga di RT 05. Karena tempat tersebut telah terulang kejadian yang sama, tentunya tidak ada yang boleh menolak dengan adanya pemasangan banner penolakan ini. Menyampaikan pendapat sudah diatur dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Berpendapat,” ujarnya saat ditemui oleh admin Info Singosari dalam sebuah forum.

Banner penolakan tersebut dipasang di pintu masuk Yayasan R Insan Kamil yang terletak di Jalan Tunggul Ametung, Kelurahan Candirenggo.

Aksi ini diharapkan dapat menarik perhatian pihak terkait untuk meninjau kembali aktivitas yayasan yang dianggap meresahkan warga.

Warga berharap agar suara mereka didengar dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Sebelumnya diketahui telah terjadi pencabulan terhadap 2 anak berkebutuhan khusus lembaga tersebut, mirisnya aksi bejat itu dilakukan oleh pengasuh Panti Asuhan Roudhoh Insan Kamil.

Polisi telah menetapkan M. Alfi Al (21) sebagai tersangka usai dirinya merudapaksa 2 anak asuhnya di Panti Asuhan dan kini membuat warga sekitar resah.

Dengan adanya aksi damai ini, diharapkan dialog antara warga dan pihak yayasan dapat terjalin untuk mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak.