Surat Terbuka untuk Mbois Wali Kota Malang 2025-2030

**Wali Kota Malang Diingatkan Hindari Euforia, Fokus pada Program Strategis**

Malang – Wali Kota Malang Wahyu Setiawan diingatkan untuk segera mengakhiri euforia pelantikan dan fokus pada program-program strategis. Hal ini disampaikan dalam surat terbuka oleh Direktur Eksekutif SH INDEPTH (Institute for development of public policy and humanities) Sukma Hari.

Dalam suratnya, Sukma menyoroti janji kampanye Wahyu yang dinilai populis dan kurang strategis. Seperti pembagian seragam gratis dan beasiswa pendidikan, yang menurutnya bisa dilakukan oleh pihak non-pemerintah.

“Mengapa sebagai wali kota, Bapak tidak menginisiasi program yang jauh lebih strategis, mengingat isu dan tantangan pendidikan Kota Malang setumpuk jumlahnya?” tanya Sukma.

Ia juga mengkritisi program penyelenggaraan seribu event per tahun yang dinilai tidak realistis. “Apakah Bapak tidak khawatir warga Kota Malang akan menagihnya secara satuan-bijian?” ujar Sukma.

Selain itu, Sukma juga menyoroti program insentif pembangunan RT senilai Rp50 juta per tahun yang baru bisa dijalankan pada 2026. “Statemen Bapak tersebut patut disayangkan sebab disampaikan saat sudah terpilih menjadi wali kota, bukan saat kampanye,” katanya.

Menurut Sukma, program-program tersebut lebih merupakan janji politik yang populis dan ambisius pada tujuan jangka pendek. Ia berharap Wahyu tidak menjadi bagian dari golongan pejabat pengumbar janji.

“Kami tidak mengharapkan Bapak menjadi bagian dari golongan itu,” tegas Sukma.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Wali Kota Malang Wahyu Setiawan terkait surat terbuka tersebut.


Sumber: MalangVoice