MALANG, Zona Malang – Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Malang memasuki babak baru dengan pemilihan Ketua DPC yang baru, H Agus Sunar Dewabrata. Dalam periode kepengurusan 2025-2030, Agus yang akrab disapa Kaji Nanang, bertekad untuk mengubah stigma ‘gaya preman’ yang selama ini melekat pada organisasi kemasyarakatan (ormas) ini.
Memimpin 107 anggota yang terdaftar dalam database DPC GRIB Jaya Kota Malang, Kaji Nanang bertekad untuk mewujudkan tujuan utama, yaitu mementingkan keadilan sosial serta kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan mendirikan unit-usaha, seperti kafe, yang tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi anggota, tetapi juga ruang interaksi positif dengan masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan arahan Ketua Umum GRIB Jaya pusat, Hercules Rosario Marshal, yang menekankan pentingnya memaksimalkan potensi daerah. Di Kota Malang, pendirian kafe menjadi simbol perubahan, di mana anggota GRIB Jaya dapat berkumpul dan berkolaborasi dalam suasana yang kondusif. “Cafe bisa buat kumpul masyarakat umum dan anggota,” ujar Kaji Nanang.
Lebih dari itu, GRIB Jaya Kota Malang juga berkomitmen untuk menjauhi praktik-praktik negatif seperti perebutan kekuasaan atau lahan, serta pembuatan proposal yang meresahkan perusahaan-perusahaan di daerah. Organisasi ini ingin membuktikan bahwa ormas dapat menjadi kekuatan positif dalam masyarakat, dan berkontribusi pada pembangunan daerah.
Dalam skala nasional, GRIB Jaya menyatakan dukungan penuh kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto, dan siap mengawal janji-janji politiknya. “Kami mendukung penuh Pak Prabowo untuk periode 2029, dan siap berkontribusi dalam mengawal visi-misi dan janjinya selama kampanye,” tegas Kaji Nanang, yang merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB).
Saat ini, DPC GRIB Jaya Kota Malang sedang dalam tahap pembentukan struktur organisasi, mulai dari pengurus DPC hingga PAC. Organisasi ini menargetkan deklarasi pada April 2025, bersamaan dengan acara Halalbihalal dan pelantikan pengurus. Setelah deklarasi, GRIB Jaya Kota Malang berencana untuk menjalin silaturahmi dengan tokoh-tokoh penting di Kota Malang, sebagai langkah awal untuk membangun sinergi dan kolaborasi.
Proyek Drainase Rp32 Miliar di Suhat Malang, Komisi C Desak Minimalisir Dampak Negatif
Dalam perkembangannya, GRIB Jaya Kota Malang juga turut memperhatikan isu-isu terkait pembangunan di Kota Malang. Salah satunya adalah proyek drainase senilai Rp32 miliar di kawasan Suhat, Malang. Komisi C DPRD Kota Malang telah mendesak agar dampak negatif dari proyek tersebut dapat diminimalisir.
Menurut Kaji Nanang, GRIB Jaya Kota Malang siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mengawal pembangunan di Kota Malang. Organisasi ini ingin memastikan bahwa setiap proyek yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Dengan langkah-langkah konkret dan visi yang jelas, GRIB Jaya Kota Malang siap membuktikan bahwa ormas dapat menjadi kekuatan positif dalam masyarakat. Transformasi yang dilakukan diharapkan dapat mengubah stigma negatif yang selama ini melekat pada organisasi ini, dan membawa perubahan yang signifikan bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Malang.






