MALANG, Zona Malang – Selama Operasi Ketupat Semeru 2025, Polresta Malang Kota mencatat adanya penurunan kejahatan jalanan di wilayah hukumnya. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol M Sholeh.
Menurut Kompol M Sholeh, kejahatan jalanan seperti curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor) menurun sekitar 50 persen dibandingkan dengan Operasi Ketupat Semeru tahun lalu. “Hampir semua kejahatan konvensional dihitung per bulan terakhir baru satu, itupun laporan di Polsek Kedungkandang,” jelasnya.
Meskipun demikian, Polresta Malang Kota masih menerima laporan kejahatan lainnya, seperti pencemaran nama baik dan penipuan atau penggelapan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan terus meningkatkan pengamanan dan penyebaran personel selama Lebaran 2025 guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat saat berlibur di Kota Malang.
“Dari rekan Sabhara yang selalu mengimbau masyarakat di area padat tentang keamanan, jadi selalu ada petugas di titik rawan sehingga menghentikan niat orang yang ingin melakukan kejahatan,” ujar Kompol M Sholeh.
Selain itu, Kompol M Sholeh juga berpesan kepada masyarakat maupun wisatawan di Kota Malang agar selalu berhati-hati terhadap barang bawaan masing-masing. Apabila diperlukan bantuan polisi, masyarakat diminta untuk segera melapor.
“Yang penting tetap waspada, melihat situasi kalau ada perasaan khawatir silakan menghubungi anggota kepolisian, kami pastikan akan memberikan pelayanan,” tegasnya.
Sementara itu, Polresta Malang Kota juga mencatat adanya kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di sebuah toko. Dalam kasus tersebut, seorang residivis (pelaku kejahatan berulang) kembali tertangkap basah saat hendak mencuri sepeda motor di sebuah toko. Pelaku yang diketahui bernama Andi (bukan nama sebenarnya) akhirnya kembali masuk bui setelah ditangkap oleh karyawan toko.
Kasus pencurian sepeda motor ini terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang. Andi tertangkap basah oleh karyawan toko saat hendak mencuri sepeda motor milik salah satu pelanggan toko. Berdasarkan pengakuan Andi, ia memang sengaja datang ke toko tersebut dengan niat untuk mencuri sepeda motor.
Andi mengaku sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian sepeda motor di wilayah Kota Malang. Ia pun sudah pernah menjalani hukuman di penjara karena kasus serupa. Namun, setelah bebas, Andi kembali mengulangi aksinya dan akhirnya tertangkap lagi.
Pihak kepolisian pun langsung mengamankan Andi dan menyerahkannya ke pihak yang berwajib untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol M Sholeh, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan patroli di wilayah-wilayah rawan kejahatan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal serupa.
“Kami akan terus melakukan upaya-upaya preventif dan represif untuk menekan angka kejahatan di Kota Malang. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat atau mengalami tindak kejahatan,” ujar Kompol M Sholeh.
Dengan adanya penurunan angka kejahatan jalanan selama Operasi Ketupat Semeru 2025 ini, diharapkan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang dapat merasa aman dan nyaman saat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Polresta Malang Kota akan terus berupaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukumnya.






