MALANG, Zona Malang – Tragedi memilukan terjadi di Kota Malang pada Kamis (10/4) lalu. Seorang mahasiswa asal Ciamis, BG alias Bintang (20), ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di bawah Jembatan Tunggulmas, Lowokwaru.
Menurut Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, korban yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Malang ini diperkirakan menjadi korban bunuh diri. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan beberapa luka di tubuhnya, diduga akibat terjatuh dari atas jembatan setinggi 10 meter.
“Diperkirakan melompat dari atas jembatan setinggi 10 meter kalau dilihat dari luka di pelipis karena terbentur sesuatu dan kaki yang patah,” jelas Kompol Anang.
Tubuh korban pertama kali ditemukan pada pukul 05.30 WIB oleh pencari ikan bernama Ahmad Yusuf. Saat itu Yusuf sedang berjalan menuju Sungai Berantas di bawah Jembatan Tunggulmas, namun ia dikagetkan dengan adanya tubuh korban yang tergeletak tidak bergerak.
Saat ditemukan, korban terlihat mengenakan jaket biru dan celana hitam. Temuan itu segera dilaporkan ke Polsek Lowokwaru. Petugas yang langsung menuju lokasi menemukan kondisi korban sudah meninggal dunia dan kaku, sehingga langsung dibawa ke RS Saiful Anwar.
Kompol Anang menjelaskan, melihat kondisi korban itu diperkirakan sudah meninggal dunia antara pukul 22.00 hingga tengah malam pada Rabu (9/4). Di lokasi kejadian, petugas hanya menemukan dompet milik korban berisi SIM C dan ponsel Samsung.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk meminta keterangan dari pihak DN, yang diduga mengetahui kondisi korban sebelum meninggal. Selain itu, pihak kepolisian juga masih menunggu hasil visum dari RS Saiful Anwar untuk mengetahui pasti penyebab kematian korban.
“Setelah mendapat laporan itu kami langsung mengerahkan anggota ke lokasi untuk mengecek kondisi korban. Kondisinya sudah meninggal dunia dan kaku langsung dibawa ke RS Saiful Anwar,” ungkap Kompol Anang.
Tragedi ini tentu saja membuat warga sekitar Jembatan Tunggulmas, Lowokwaru, Kota Malang, terkejut dan prihatin. Mereka berharap pihak berwenang dapat segera mengungkap penyebab kematian mahasiswa tersebut.
“Semoga pihak kepolisian dapat segera mengungkap penyebab kematian mahasiswa ini. Kita semua tentu prihatin dengan peristiwa yang terjadi,” ujar salah seorang warga, Andi.
Sementara itu, pihak keluarga korban yang berasal dari Jakarta Timur juga telah dihubungi dan diminta untuk segera datang ke Malang guna mengurus proses pemakaman. Polisi berharap keluarga dapat memberikan informasi tambahan terkait kondisi korban sebelum meninggal.






