MALANG – Warga di kawasan Jalan Raya Ki Ageng Gribig, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mendadak digegerkan oleh kobaran api besar yang membakar deretan kios pada Rabu (9/4) malam. Api melahap setidaknya lima kios dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 22.03 WIB tersebut. Kepanikan pun melanda, lantaran api membumbung tinggi dan menjalar dengan cepat ke bangunan di sekitarnya.
Kebakaran hebat ini menjadi perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong keluar rumah menyaksikan api yang membakar kios semi permanen di pinggir jalan raya. Bangunan yang sebagian besar terbuat dari bahan mudah terbakar seperti kayu dan bambu membuat api cepat merembet, menyulitkan upaya pemadaman di menit-menit awal.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang, Agoes Soebekti, menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat dari salah satu kios, sebelum akhirnya menjalar ke empat kios lainnya. “Material bangunan yang mudah terbakar mempercepat penyebaran api. Diduga kuat, sumber api berasal dari korsleting listrik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (10/4).
Tak butuh waktu lama, UPT PMK Kota Malang langsung mengerahkan enam unit mobil pemadam dan 24 personel ke lokasi kejadian. Petugas tiba sekitar pukul 22.15 WIB dan langsung berupaya melokalisir titik api agar tidak menjalar ke bangunan lainnya di sekitarnya.
“Kobaran api saat itu sudah cukup besar dan membumbung tinggi. Kami lakukan penyekatan di area terdampak agar tidak merembet lebih luas, mengingat lokasi cukup padat,” tambah Agoes.
Setelah berjibaku selama kurang lebih 43 menit, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 23.05 WIB. Meski kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kerugian material akibat insiden ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp75 juta, berdasarkan asesmen sementara tim PMK.
Kepala Operasional PMK Kota Malang, Anang Yuwono, menambahkan bahwa respons cepat menjadi kunci keberhasilan pemadaman malam itu. Namun, kondisi bangunan kios yang saling berhimpitan dan bahan bangunan yang mudah terbakar membuat petugas harus bekerja ekstra.
“Mayoritas kios dibangun dengan bambu, triplek, dan kayu, itu yang membuat api sangat cepat membesar. Kami harus melakukan manuver yang tepat agar tidak membahayakan warga sekitar maupun petugas,” jelasnya.
Kelima kios yang terbakar digunakan untuk berbagai usaha kecil seperti penjual es degan, gorengan, hingga bengkel las. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 60 meter persegi. Kini, para pemilik kios hanya bisa pasrah melihat tempat usaha mereka berubah menjadi arang.
Atas kejadian ini, pihak PMK Kota Malang mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran. “Pastikan instalasi listrik di tempat usaha aman dan sesuai standar. Matikan aliran listrik saat tempat ditinggalkan untuk mengurangi risiko kebakaran,” pungkas Anang.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan, terutama di lingkungan padat dan berisiko tinggi seperti area kios dan pasar semi permanen. Jangan menunggu sampai api menyala, cegah sebelum terlambat.






