Minggu pagi (13/4) yang biasanya tenang di kawasan Jalan Raya Singosari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mendadak berubah mencekam. Sebuah mobil Daihatsu Terios berwarna hitam dengan nomor polisi N 1213 AO mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak ruko bengkel di tepi jalan dan terguling.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.05 WIB itu merenggut nyawa seorang pemilik ruko, serta menyebabkan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan ini diduga kuat disebabkan oleh kelalaian pengemudi mobil yang mengantuk saat berkendara. Mobil yang dikemudikan oleh DS (42), warga Kecamatan Dau, melaju dari arah utara ke selatan sebelum tiba-tiba oleng ke kiri dan menghantam dua unit ruko, salah satunya bengkel milik Moch. Novi Arinsa (42), warga Jalan Tumapel, Desa Pagentan, Kecamatan Singosari.
Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang, Ipda Samsul Khoirudin, benturan keras tersebut menewaskan Moch. Novi di lokasi kejadian.
“Korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di tempat. Jenazah langsung dievakuasi ke RSSA Kota Malang,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Benturan itu juga menghancurkan dua kendaraan yang sedang terparkir di depan bengkel. Satu orang karyawan bengkel bernama Ervan Wahyu Budiarto (33), warga Perum Bedali Indah, Lawang, turut menjadi korban.
Ia mengalami luka serius di bagian kepala dan dilarikan ke RS Prima Husada Singosari untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sementara itu, empat penumpang mobil Daihatsu Terios dilaporkan mengalami luka ringan. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit yang sama untuk mendapat penanganan medis.
“Penumpang hanya luka ringan dan dirawat jalan. Tapi tentu mereka masih dalam pengawasan tim medis,” sambung Ipda Samsul.
Kondisi kendaraan ringsek parah di bagian depan, sementara kaca dan bodi kendaraan terlihat pecah dan penyok akibat benturan keras.
Suasana di lokasi kejadian sempat membuat lalu lintas tersendat, sebelum akhirnya petugas datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Insiden ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kondisi fisik dan kewaspadaan saat berkendara, terlebih di waktu-waktu rawan seperti pagi hari.
Mengantuk saat menyetir merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas yang kerap berujung fatal.
Pihak kepolisian masih mendalami kejadian ini dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengemudi mobil untuk mengetahui detail penyebab kecelakaan.
Sementara itu, keluarga korban yang meninggal kini tengah berduka mendalam atas kehilangan sosok yang menjadi tulang punggung usaha kecil mereka.
Kejadian memilukan ini kembali menegaskan bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan raya bisa berujung pada tragedi besar yang tak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang lain yang tak bersalah.






