Lawang – Sebuah informasi mengenai santri yang dikabarkan kabur dari pondok sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya para wali santri. Namun, klarifikasi resmi dari pihak terkait memastikan bahwa tidak ada unsur kekerasan atau bullying dalam kasus ini.
Santri bernama Sayyid Sulton Al Habsyi, yang merupakan murid Pondok Tahfidzul Qur’an (PTQ) Al Fath – Walisongo, Ketindan, saat ini telah berada dalam pendampingan pihak berwajib di Polsek Lawang. Keberadaannya dalam kondisi aman, dan proses selanjutnya akan melibatkan pihak pondok serta orang tua yang bersangkutan.
“Untuk selanjutnya akan kami dampingi menemui pengurus pondok dan menginformasikan kepada orang tuanya, atau jika diperlukan, kami antar langsung ke rumah,” tulis pernyataan dari akun resmi #ArelaOfficial.
Pihak pondok juga menegaskan bahwa tindakan santri keluar dari lingkungan pesantren bukan karena adanya tekanan, kekerasan, ataupun perlakuan tidak manusiawi.
“Ini murni karena kerinduan anak kepada orang tuanya. Tidak ada unsur bullying atau tindakan yang melanggar etika pengasuhan santri,” lanjut pernyataan tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang intensif antara pihak pondok, santri, dan wali santri.
Di tengah rutinitas ketat pendidikan di pesantren, perasaan rindu terhadap keluarga merupakan hal manusiawi yang kadang tidak tertahankan oleh anak-anak yang masih dalam proses adaptasi dan pendewasaan.
Langkah cepat aparat kepolisian, serta koordinasi antara pengurus pondok dan keluarga, patut diapresiasi dalam menangani situasi ini secara humanis tanpa memperpanjang polemik.
Masyarakat dan netizen diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, guna menghindari kesalahpahaman yang bisa mencoreng nama baik lembaga pendidikan maupun individu yang terlibat.(***)






