MALANG, Zona Malang – Suasana santai makan siang di Mie Bakar Celaket, Rabu (15/5), menjadi ajang diskusi penting antara Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, anggota DPRD Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat (Fraksi PKS), dan komunitas pelaku usaha Tangan Di Atas (TDA).
Meski digelar secara informal, obrolan yang berlangsung ternyata sangat serius. Mereka membahas berbagai isu, mulai dari dukungan konkret bagi UMKM lokal hingga berbagai keluhan warga yang masuk ke DPRD dan TDA.
Rendra Masdrajad Safaat, anggota DPRD Kota Malang, mengapresiasi keterbukaan dan respons cepat Wali Kota Wahyu Hidayat. Menurutnya, Pak Wahyu sering turun langsung ke lapangan sehingga tahu betul kondisi yang sebenarnya terjadi di masyarakat.
“Forum seperti ini penting. Kami bisa langsung menyampaikan aspirasi warga tanpa sekat,” ujar Rendra. Ia menambahkan bahwa diskusi seperti ini penting agar kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran dan benar-benar menyentuh realita di lapangan.
Menurut Rendra, model komunikasi seperti ini harus menjadi kebiasaan, tidak hanya antara pejabat dan warga, tapi juga antara pelaku usaha dan komunitas lokal. Kolaborasi semua elemen ini, kata Rendra, sangat penting agar Kota Malang benar-benar bisa maju.
“Kolaborasi ini perlu dijaga. Semua punya peran. Pemerintah, legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat harus jalan bersama-sama kalau mau Malang benar-benar maju,” tegas Rendra.
Wali Kota Wahyu Hidayat pun merespons positif pertemuan ini. Ia menilai bahwa forum informal seperti ini bisa menjadi jembatan efektif dalam pengambilan kebijakan yang lebih menyentuh realita di lapangan.
Tidak hanya itu, Wahyu juga mengapresiasi keterbukaan dan masukan dari Rendra dan perwakilan TDA. Menurutnya, kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk memajukan Kota Malang.
“Diskusi seperti ini memang penting. Kami bisa langsung mendengar keluhan dan aspirasi warga, sehingga bisa meresponsnya dengan cepat dan tepat,” ujar Wahyu.
Makan siang ini bukan sekadar temu kangen, tapi bentuk nyata sinergi lintas elemen untuk merespons masalah warga dengan cepat dan tepat. Harapannya, forum informal seperti ini bisa menjadi jembatan efektif dalam pengambilan kebijakan yang lebih menyentuh realita di lapangan.






