MALANG, Zona Malang – Di tengah tingginya angka pengangguran di Jawa Timur, Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang justru mencatatkan 100 persen penyerapan kerja bagi lulusannya pada tahun 2024. Hal ini menjadi prestasi yang membanggakan bagi perguruan tinggi tersebut.
Berdasarkan data statistik 2024, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur mencapai 4,19 persen, yang didominasi oleh lulusan perguruan tinggi dan SMK. Namun, Binus Malang berhasil membuktikan bahwa mereka dapat mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
Direktur Kampus Binus Malang, Dr. Robertus Tang Herman, S.E., M.M., mengatakan keberhasilan ini tidak lepas dari strategi kampus dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
“Ada gap antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Karena itu, kami merancang pendidikan yang fokus pada pengembangan karier dan digital teknopreneurship,” jelasnya.
Melalui Program 2,5 Tahun Siap Berkarier, mahasiswa Binus Malang tidak hanya dibekali keterampilan akademis, tetapi juga pengalaman langsung di dunia kerja sejak dini. Didukung lebih dari 2.200 mitra industri global, mahasiswa bisa terlibat dalam magang, pengembangan start-up, dan proyek riil lainnya sebelum mereka lulus.
Selain itu, Binus Malang juga memiliki komunitas Binusian yang terdiri dari lebih dari 200.000 alumni, yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menjalin koneksi dan membantu mereka memulai karier lebih awal.
Hasil dari pendekatan pendidikan yang diterapkan oleh Binus Malang ini terlihat dari lulusan tahun 2024, di mana 44 persen dari mereka telah menjadi entrepreneur. Salah satu lulusan yang menonjol adalah Misael Calvin (23), pendiri Buff Apparel & Studio, sebuah bisnis konveksi yang telah mencatat omzet lebih dari Rp2 miliar.
Misael Calvin, yang mulai merintis usahanya sejak masih kuliah, memberikan pesan bagi mereka yang ingin memulai usaha. “Pesan saya bagi yang mau memulai usaha, wajar jika takut kehilangan. Kehilangan uang, waktu dan tenaga. Jadi pesan saya segera join the game,” ujarnya.
Selain menyesuaikan kurikulum, Binus Malang juga mengintegrasikan pendekatan pendidikan kelas dunia dan kolaborasi industri dalam proses belajar. Robertus menegaskan komitmen kampus untuk terus mencetak lulusan yang mampu berkontribusi dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Prestasi yang diraih oleh Binus Malang ini menjadi contoh nyata bahwa perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam menjawab tantangan pengangguran di Indonesia. Dengan pendekatan pendidikan yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan industri, Binus Malang telah berhasil mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, baik sebagai karyawan maupun entrepreneur.







